Memicu Kontroversi, Donald Trump Berencana Bubuhkan Tandatangan di Uang Kertas US$100 Terbaru
Rencana Presiden Donald Trump untuk membubuhkan tandatangannya pada uang kertas 100 dolar AS terbaru memicu perdebatan sengit terkait independensi finansial.(Truth Social)

LANGKAH terbaru Presiden Donald Trump kembali memicu perdebatan sengit di panggung politik dan finansial Amerika Serikat. Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan rencana untuk membubuhkan tandatangan pribadinya secara langsung pada desain terbaru uang kertas pecahan US$100 yang akan datang.

Berdasarkan laporan internal dari sejumlah pejabat administrasi yang mengetahui rencana tersebut, usulan ini muncul sebagai bagian dari upaya Trump untuk meninggalkan warisan personal yang kuat pada simbol-simbol utama negara. Pecahan US$100, yang merupakan salah satu mata uang paling banyak beredar di dunia, dinilai sebagai instrumen strategis untuk menunjukkan pengaruh sang presiden.

Secara tradisional, uang kertas Amerika Serikat hanya memuat tandatangan dari Bendahara Negara (Treasurer of the United States) dan Menteri Keuangan (Secretary of the Treasury). Perubahan regulasi untuk memasukkan tandatangan seorang presiden yang masih menjabat secara langsung pada komoditas mata uang dinilai sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern.

Rencana ini pun langsung memantik kritik tajam dari para pakar hukum moneter dan kelompok oposisi. Mereka menilai langkah tersebut dapat merusak prinsip independensi institusi finansial negara dari pengaruh politik praktis, sekaligus mengaburkan batas antara identitas nasional dan personalitas seorang pemimpin.

“Mata uang Amerika Serikat adalah milik seluruh rakyat dan simbol dari kekuatan ekonomi nasional kita, bukan alat promosi pribadi untuk presiden mana pun,” ujar salah seorang pengamat kebijakan publik dari Brookings Institution dalam sebuah diskusi di Washington.

Di sisi lain, para pendukung Trump di kongres berargumen bahwa tidak ada aturan konstitusional yang secara eksplisit melarang modifikasi estetika semacam itu pada mata uang nasional. Mereka mengklaim bahwa langkah ini justru dapat meningkatkan kebanggaan nasional dan memberikan pembaruan visual yang unik pada mata uang AS.

Hingga saat ini, Departemen Keuangan AS belum memberikan pernyataan resmi mengenai apakah usulan ini akan segera diimplementasikan dalam waktu dekat atau memerlukan persetujuan legislatif yang lebih panjang. Polemik ini diprediksi akan terus bergulir di tengah upaya pemerintahan Trump mendorong berbagai reformasi simbolik di tingkat federal. (CNN/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *