Cara Mencegah Penularan Influenza Tipe A dan Mengenali Gejalanya
Ilustrasi(ANTARA/Fitra Yogi)

DOKTER spesialis mikrobiologi klinik lulusan Universitas Diponegoro, dr. Andrew Adhytia Lieputra, Sp.MK, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan influenza tipe A. Salah satu langkah preventif yang sangat dianjurkan adalah penggunaan masker, terutama saat berada di situasi berisiko.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (9/10), Andrew menyarankan penggunaan masker di tempat ramai atau ruang tertutup.

“Penggunaan masker membantu mengurangi penyebaran partikel pernapasan dari orang yang sedang sakit sekaligus memberikan perlindungan tambahan bagi orang di sekitarnya,” ujarnya.

Mengenal Gejala dan Risiko Komplikasi

Influenza tipe A memiliki karakteristik yang berbeda dari flu biasa. Gejalanya cenderung lebih berat dan muncul sekitar satu hingga empat hari setelah terpapar virus. Penularan terjadi melalui partikel pernapasan saat penderita batuk, bersin, atau berbicara dalam jarak dekat.







Kategori Detail Informasi
Gejala Umum Demam, menggigil, nyeri tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan berat.
Kelompok Rentan Anak di bawah 5 tahun, lansia, ibu hamil, penderita diabetes, penyakit jantung, paru, dan gangguan imun.
Komplikasi Serius Pneumonia (radang paru-paru) yang ditandai sesak napas, nyeri dada, hingga penurunan kesadaran.

Langkah Pencegahan Komprehensif

Selain masker, Andrew menekankan pentingnya vaksinasi influenza secara berkala, idealnya setiap satu tahun sekali. Hal ini dikarenakan virus influenza terus bermutasi dan perlindungan antibodi dapat menurun seiring waktu.

Masyarakat juga diminta menerapkan etika batuk dan bersin yang benar. Hindari menutup mulut dengan telapak tangan; gunakan tisu sekali pakai atau bagian dalam siku. Kebersihan tangan juga krusial karena virus dapat berpindah melalui sentuhan pada hidung, mulut, atau mata setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi.

Tips Menjaga Imunitas:

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Olahraga secara teratur.
  • Istirahat/tidur yang cukup.
  • Rutin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer berbasis alkohol.

Metode Deteksi

Untuk memastikan infeksi, Andrew menjelaskan bahwa pemeriksaan dapat dilakukan melalui rapid antigen test dengan sampel swab hidung atau nasofaring.

Namun, untuk pasien dengan gejala berat atau kelompok berisiko tinggi, pemeriksaan PCR atau metode molekuler lainnya lebih disarankan karena memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dalam mendeteksi virus. (Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *