Waspada Sakit Kepala Terus Menerus Bisa jadi Gejala Tumor Otak
Dokter spesialis bedah saraf di Columbia Asia Hospital Pulomas, Jakarta Timur, Dr. Dhira Atman.(Dok. Antara)

SAKIT kepala sering kali dianggap sebagai keluhan kesehatan ringan. Namun, masyarakat perlu waspada jika rasa nyeri tersebut muncul secara terus-menerus dan intensitasnya semakin berat, karena kondisi ini bisa menjadi indikasi adanya tumor otak.

Dokter spesialis bedah saraf di Columbia Asia Hospital Pulomas, Jakarta Timur, Dr. Dhira Atman, menjelaskan bahwa sakit kepala merupakan gejala paling standar bagi pengidap tumor otak. Perbedaan utamanya terletak pada pola nyeri yang dirasakan pasien.

“Yang khas itu nyerinya akan semakin lama semakin berat, karena benjolan di dalam otak juga semakin membesar,” ujar Dhira di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Perbedaan dengan Migrain dan Tension Headache

Dhira memaparkan bahwa sakit kepala akibat tumor otak memiliki karakteristik yang berbeda dengan migrain atau sakit kepala tegang (tension headache). Pada migrain, nyeri biasanya muncul sesekali dan bisa mereda sebelum nantinya kambuh kembali. Sementara itu, tension headache umumnya dipicu oleh stres atau kelelahan dan membaik setelah beristirahat.

“Sebaliknya, kalau sakit kepala akibat tumor otak dia berlangsung terus-menerus. Logikanya, barangnya di dalam kepala makin lama makin besar, jadi tekanan terhadap otak juga semakin meningkat. Jadi nyerinya semakin berat dan tidak hilang-hilang,” jelasnya.

Gejala Berdasarkan Lokasi Tumor

Selain sakit kepala, gejala tumor otak sangat bergantung pada lokasi di mana tumor tersebut tumbuh. Berikut adalah beberapa gangguan yang mungkin muncul berdasarkan letak tumor:

  • Lobus Frontal (Bagian Depan): Mengakibatkan gangguan fungsi intelektual, sulit berkonsentrasi, lambat berpikir, hingga perubahan kepribadian yang drastis (misalnya menjadi mudah marah atau emosional).
  • Area Motorik: Menekan saraf yang mengatur gerakan tubuh, menyebabkan kesemutan, kelemahan, hingga kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh.
  • Bagian Belakang (Pusat Penglihatan): Menyebabkan gangguan visual seperti melihat bayangan hitam, pandangan kabur, atau hilangnya sebagian lapang pandang.
  • Batang Otak: Ini merupakan lokasi paling berbahaya karena mengatur fungsi vital seperti pernapasan dan denyut jantung. Tumor di area ini berisiko menyebabkan henti napas mendadak tanpa gejala awal yang jelas.

Dhira menambahkan bahwa tumor otak berukuran kecil sering kali berkembang tanpa menimbulkan keluhan berarti. Hal ini menyebabkan banyak pasien baru mencari bantuan medis ketika ukuran tumor sudah membesar dan menekan jaringan otak secara signifikan.

“Semakin besar ukuran tumor saat ditemukan, semakin kompleks juga tindakan operasinya,” kata Dhira.

Ia mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemeriksaan medis jika mengalami sakit kepala yang berlangsung lama, terutama jika frekuensi dan intensitas nyerinya terus meningkat dari waktu ke waktu. (Ant/H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *