Kendalikan Inflasi, Lamongan Tanam Ribuan Pohon Cabai dan Tomat
Pemkab Lamongan, Jatim, menggelar tanam cabai dan tomat serentak di 27 kecamatan di wilayahnya, Senin (29/6).(MI/M Yakub)

PEMERINTAH Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menggelar tanam cabai dan tomat serentak di 27 kecamatan di wilayahnya, Senin (29/6). Sedikitnya 5.670 batang cabai dan tomat ini sengaja ditanam untuk mengurangi dampak inflasi yang terjadi.

Apalagi, kedua komiditas tersebut memiliki kontribusi yang cukup tinggi penyumbang inflasi selama periode dua bulan terakhir. Untuk mengantisipasi laju inflasi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan kemudian mengelar Gerakan Serentak di Pekarangan Tanam Cabai dan Tomat (Gas Pak Camat) se- Kabupaten Lamongan. 

Beberapa hari sebelumnya, telah didistribusikan 5.670 batang bibit tomat dan cabai di 27 kecamatan. Rinciannya, sebanyak 1.890 bibit cabai rawit, 1.890 bibit cabai besar, dan 1.890 bibit tomat kepada 27 kecamatan. 

Dengan ribuan batang bibit tersebut, Masing-masing kecamatan mendapatkan 210 bibit cabai dan tomat. Gerakan tanam cabai tomat ini hari ini dilaksanakan secara daring dengan Bupati Yuhronur Efendi dari halaman SDN Tejoasri, Kecamatan Laren.

“Hari ini kita canangkan GAS PAK CAMAT, Gerakan Serentak du Pekarangan Tanaman Cabai dan Tomat. Kenapa cabai? alhamdulillah dalam inflasi pangan Lamongan selalu terkendali, kecuali cabai. Nah, ini bertujuan mengendalikan inflasi khususnya cabai. Selain itu dengan pemanfaatan pekarangan rumah ini diharapkan nampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar, juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi keluarga,” ungkap Pak Yes.

Pak Yes mengajak untuk mensukseskan kegiatan pemanfaatan dan pembiasaan penggunaan pekarangan rumah ini sebagai lahan produktif. Sehingga menurut beliau, dari hal kecil yang sederhana ini nantinya dapat diperoleh output yang luar biasa.

“Pak Mugito (Kadis KPP) punya 6 galon tanaman cabai yang hasilnya bisa dimanfaatkan berbulan-bulan sehingga tidak perlu membeli cabai. Gerakan ini agar semuanya menjadi bisa, kalau sudah bisa kemudian terbiasa dan menjadi kebiasaan untuk pemanfaatan pekarangan menjadi lebih optimal. Hal kecil tapi jika menjadi suatu gerakan inu tentu akan bisa menghasilkan output yang sangat luar biasa,” pungkasnya.(E-2)

 

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *