Tekan Angka Kecelakaan, PT KAI Targetkan 1.404 Perlintasan Kereta Dipasangi Portal Otomatis
Komunitas pecinta kereta api membentangkan poster saat sosialisasi di perlintasan kereta api Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/9/2026).(ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengambil langkah strategis besar guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalur kereta. Perusahaan pelat merah tersebut memprogramkan pemasangan portal otomatis di sebanyak 1.404 jalan perlintasan langsung (JPL) atau perlintasan sebidang dengan total anggaran mencapai Rp1,1 triliun hingga target penyelesaian pada 2027 mendatang.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa program masif ini merupakan tindak lanjut atas arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Langkah tersebut diprioritaskan demi memastikan faktor keselamatan masyarakat pengguna jalan sekaligus menjamin kelancaran perjalanan rangkaian kereta api.

“Target kami itu di tahun 2027 itu 1.404 JPL ini akan dipasang portal otomatis semua,” ujar Bobby Rasyidin dikutip dari Antara, Kamis (24/9).

Bobby memaparkan, alokasi dana sebesar Rp1,1 triliun tersebut saat ini telah berjalan dan pengerjaan pemasangan portal otomatis terus dikebut di berbagai titik perlintasan sebidang. Bahkan, dalam waktu dekat, sebanyak 190 JPL yang telah dipasangi portal otomatis siap dioperasikan menyusul rampungnya tahap sosialisasi kepada warga di sekitar lokasi.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah, di mana ini sudah dianggarkan nilainya Rp1,1 triliun untuk pemasangan portal otomatis di 1.404 JPL,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, KAI mengakui bahwa proses penertiban dan pemasangan portal otomatis tidak luput dari sejumlah kendala, khususnya hambatan sosial yang berasal dari masyarakat setempat.

Sebagian besar perlintasan sebidang tersebut selama ini dijaga secara swadaya oleh warga sekitar yang kerap mengandalkan aktivitas penggalangan dana sukarela atau pungutan dari para pengguna jalan yang melintas.

Kendati demikian, demi mengutamakan keselamatan bersama dan menekan potensi jatuhnya korban jiwa akibat kecelakaan, KAI berkomitmen untuk terus mengintensifkan dialog serta sosialisasi persuasif kepada warga setempat agar pembenahan infrastruktur perlintasan dapat berjalan lancar.

“Terus terang hambatannya itu masyarakatnya, terutama JPL ini yang dioperasikan dari swadaya karena mereka memungut [uang] ketika ada yang melintas, dan ini terus kami sosialisasikan,” pungkas Bobby. (Ant/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *