
SUPERMODEL sekaligus pembawa acara kenamaan Tyra Banks kembali melayangkan dokumen tuntutan hukum terhadap platform streaming Netflix. Langkah ini diambil usai Netflix mengajukan penolakan atas gugatan pencemaran nama baik yang dilayangkan oleh mantan pembawa acara America’s Next Top Model (ANTM) tersebut.
Perempuan berusia 52 tahun itu sebelumnya menggugat Netflix pada bulan Juni lalu atas pemaparannya dalam Reality Check: Inside America’s Next Top Model, sebuah serial dokumenter tiga bagian yang mengulas sejarah acara kompetisi model tersebut. Pada bulan Agustus, Netflix beserta EverWonder Studio mengajukan permohonan pembatalan gugatan melalui mekanisme anti-SLAPP, sebuah instrumen hukum untuk menggugurkan gugatan yang dianggap tidak beralasan.
Melalui tim hukumnya, Banks menyerahkan dokumen balasan yang dilengkapi perbandingan contoh video berdampingan. Dokumen tersebut diajukan untuk memperkuat klaim pembuat film Reality Check telah menyajikan gambaran yang salah tentang dirinya “melalui penghapusan selektif, penyusunan ulang, dan teknik penyuntingan lainnya.”
Contoh pertama membandingkan reaksi Banks saat ditanya mengenai dugaan kekerasan seksual yang dialami kontestan ANTM Musim 2, Shandi Sullivan, antara apa yang ditayangkan dalam dokumenter dengan rekaman aslinya.
“Setelah menyampaikan kisah kekerasan seksual Sullivan kepada penonton, Banks ditanya di depan kamera, ‘Apakah Anda ingat cerita tentang Shandi?’ Banks mengangguk dan berkata, ‘Um … Saya ingat ceritanya.’ Episode 1 menayangkan pertanyaan tersebut. Menayangkan kata ‘Um’. Namun menghilangkan anggukan di antaranya, memotong jawaban, dan layar menjadi hitam. Banks dibuat seolah tidak mampu menyatakan apakah ia mengingat kekerasan seksual terhadap kontestan di acaranya sendiri. Anggukan itu tidak terpotong secara tidak sengaja. Anggukan itu sengaja dipotong,” bunyi keterangan dalam berkas gugatan tersebut.
Pihak Banks menegaskan bahwa tergugat memegang rekaman utuh dan memahami bahwa tayangan tersebut bertentangan dengan kesan yang mereka ciptakan, namun tetap memotongnya demi menyampaikan kesan palsu.
Manipulasi Percakapan dan Tudingan Pengeditan
Contoh kedua membandingkan percakapan mengenai perselingkuhan yang melibatkan Sullivan dari tayangan asli tahun 2004. Berkas gugatan Banks menilai percakapan tersebut diedit secara tidak adil untuk menggambarkannya sebagai pihak yang memprovokasi topik. Padahal, rekaman asli menunjukkan Sullivan yang terlebih dahulu bertanya kepada Banks tentang pengalaman pribadinya terkait perselingkuhan.
“Dalam siaran aslinya, Sullivan bertanya kepada Banks apakah ia pernah berselingkuh atau diselingkuhi. Banks menjawab, melihat Sullivan berkaca-kaca, lalu bertanya apakah ia baik-baik saja. Serial dokumenter menghapus pertanyaan Sullivan, membalikkan urutannya, dan menambahkan komentator untuk memberi tahu penonton bahwa ‘bukan kebetulan ia mulai berbicara tentang perselingkuhan’ dan bahwa ia ‘diarahkan produser melalui earpiece.’ Sullivan yang mengangkat topik tersebut. Serial dokumenter menyebut Banks yang melakukannya,” lanjut berkas gugatan itu.
Dalam gugatannya, Banks mengklaim hanya 16 menit dari wawancara panjangnya yang digunakan dalam dokumenter dari total 23 musim ANTM yang pernah dipandunya. Ia menilai klip tersebut telah “dilepaskan dari konteksnya dan dirangkai ulang untuk mendukung narasi palsu dan memfitnah yang tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya ia sampaikan.” Ia juga mengaku tidak mengetahui bahwa Sullivan mengategorikan peristiwa di Italia tersebut sebagai kekerasan seksual.
Sikap Tegas Netflix
Di sisi lain, juru bicara Netflix menyatakan pihaknya berencana untuk “membela diri secara gigih” atas dokumenter dan tim di balik pembuatannya.
“Sutradara Daniel Sivan dan Mor Loushy adalah pembuat dokumenter dihormati yang telah mewawancarai orang-orang di balik America’s Next Top Model secara mendalam,” tulis pernyataan resmi Netflix.
“Tyra Banks telah diberi kesempatan untuk berbicara secara terbuka tentang pengalamannya dan para pencipta telah menyajikan sudut pandangnya secara adil berdampingan dengan sudut pandang setiap partisipan lain yang ditampilkan dalam dokumenter ini. Kami berdiri di belakang Reality Check: Inside America’s Next Top Model dan akan terus membelanya secara gigih.”
Sumber dari pihak perusahaan juga mengungkapkan bahwa sejak awal produksi, tim kreatif telah bersikap terbuka mengenai pentingnya sudut pandang Banks, sekaligus menegaskan bahwa sang supermodel tidak memiliki kendali editorial atas serial tersebut.
Sementara itu, pengacara Tyra Banks, Tom Clare, menegaskan inti dari gugatan kliennya. “Gugatan ini mengajukan pertanyaan sederhana: bisakah penonton percaya bahwa sebuah dokumenter yang disajikan sebagai fakta telah menggambarkan secara adil apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang benar-benar dikatakan oleh orang-orang di dalamnya?” pungkas Clare. (People/Z-2)
