Warga Sragen Keluhkan Minyakita Bantuan Pangan Berbau Solar
Sejumlah warga Dukuh Karang, Desa Gading, Tanon memamerkan minyakkita dari program bantuan pangan pemerintah yang berbau solar.(MI/Widjajadi)

PROGRAM bantuan pangan pemerintah di wilayah Kabupaten Sragen menuai protes dari sejumlah warga penerima manfaat, karena minyakita berbau solar.

Puluhan warga Dukuh Karang, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen dalam perbincangan ramai di media sosial (medsos) menukilkan sejumlah keluhan, bahwa minyak goreng cap Minyakita berbau solar.

Selain berbau solar, ketika dipergunakan untuk memasak, hasil gorengan berbau apek.

“Ketika lauk gorengan tempe dimakan, membuat tenggorokan gatal dan batuk,” tutur Miyatun (38), Minggu (28/6/2026) yang bersama sejumlah warga menperlihatkan kemasan minyakkita dari program bantuan pangan yang diterima.

Sejumlah warga menyatakan kekecewaannya terkait program bantuan pangan, berupa beras 20 kg dan 4 liter minyakita, yang bertujuan meringankan beban warga miskin, namun justru berujung penerima manfaat menjadi tidak nyaman, dan bahkan mengalami kesakitan tenggorokan.

“Kan program ini baik untuk meringankan beban warga penerima manfaat. Tetapi ketika minyakita berbau solar, dan memunculkan efek buruk bagi kesehatan, sungguh patut disesalkan,” imbuh Miyatun.

Menurut warga yang berkumpul, selain baunya aneh dan menyengat seperti solar, tekstur dan warnanya juga tidak seperti minyak goreng pada umumnya.

Dua komoditas bantuan pangan bagi warga Dukuh Karang, Desa Gading, Kecamatan Tanon, mengambil bantuan pangan di Balai Desa Gading beberapa waktu lalu. 

“Minyak gorengnya bau kayak solar terus dipakai menggoreng tempe dan tahu rasanya tidak enak dan apek. Bahkan bikin batuk dan tenggorokan gatal,” timpal sejumlah warga.

Mereka berharap petugas melakukan pengecekan ulang bantuan sebelum disalurkan ke warga. Sehingga bantuan yang disalurkan benar-benar aman dan layak konsumsi.

“Pemerintah harus lebih peduli dan hati-hati sebelum menyalurkan bantuan pangan. Karena ini menyangkut kesehatan dan nyawa, bisa berbahaya. Mudah mudahan ada penggantian,” harap Haryono, warga lainnya.

Camat Tanon, Rinaldhy Arief Wicaksono membenarkan adanya laporan bantuan minyak goreng yang dikeluhkan berbau solar itu.

“Awalnya di desa Kalikobok, terus menyusul desa desa lainnya. Warga tahu setelah minyak goreng bantuan tersebut dipakai untuk menggoreng,” ungkap Arief. (WJ)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *