
PIMPINAN Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, menyampaikan surat terbuka secara langsung kepada para pendukung klub menyusul maraknya pemberitaan media terkait proses hukum yang tengah berlangsung dengan pihak Liga Premier Inggris.
Dalam suratnya, Al Mubarak menegaskan kembali posisi dan keyakinan klub dalam membuktikan mereka tidak bersalah atas dugaan pelanggaran aturan keuangan yang dituduhkan.
“Saya telah menjadi bagian dari Klub ini selama 18 tahun. Saya mendapatkan kehormatan untuk berdiri bersama Anda di Etihad, di Wembley, dan di Istanbul. Klub ini sangat berarti bagi saya, dan Anda telah menunjukkan serta memberi tahu saya – berkali-kali – betapa Manchester City sangat berarti bagi Anda. Inilah mengapa saya menulis surat kepada Anda hari ini,” buka Al Mubarak dalam pernyataan resmi yang disitat dari Manchester City.
Menanggapi kepanikan dan laporan media pada Jumat lalu, ia mengungkapkan pesan yang juga ia sampaikan kepada keluarganya sendiri terkait situasi hukum yang sedang dihadapi klub.
“Proses Liga Premier masih membutuhkan waktu yang panjang, dan keyakinan serta niat kami dalam membuktikan ketidakbersalahan Klub sama kuatnya seperti saat ini dimulai,” tegasnya.
Al Mubarak menjelaskan bahwa aturan kerahasiaan ketat dalam proses hukum menghalanginya untuk membagikan rincian lebih lanjut kepada publik. Bahkan, surat terbuka yang ia tulis tersebut harus melalui beberapa kali pemeriksaan hukum terlebih dahulu agar tetap mematuhi prosedur yang berlaku.
“Meskipun beberapa orang dengan cepat mengambil kesimpulan mereka sendiri, dan ada begitu banyak kegaduhan yang berputar di sekitar kita, tidak ada yang berubah. Kita telah menghadapi tantangan bersama sebelumnya dan kita berhasil menang. Masih banyak pihak yang ingin merusak momentum Klub kita. Kami tidak akan memberi mereka kesempatan itu,” lanjutnya.
Pernyataan Resmi Klub Membawa Bukti Tak Terbantahkan
Al Mubarak meminta para pendukung untuk membaca kembali dua pernyataan resmi yang dikeluarkan klub, baik pada Jumat (25/9) maupun pada Februari 2023 lalu, seraya menegaskan bahwa “setiap kata sangat berarti dan tetap berlaku.”
“Proses Premier League masih terus berjalan, dengan elemen-elemen penting yang harus diselesaikan, dan tunduk pada kerahasiaan yang ketat. Dengan demikian posisi Manchester City FC tetap konsisten dengan pernyataan Klub pada Februari 2023. Klub telah dengan tekun menghormati proses hukum selama delapan tahun berdasarkan prinsip bahwa Dewan dan Eksekutif Premier League akan bertindak sebagai regulator yang independen, tidak memihak, dan berpikiran adil, bebas dari pengaruh partisan,” pernyataan resmi Manchester City, Jumat (25/9).
Sementara itu, dalam pernyataan awal mereka pada Februari 2023, klub sempat mengekspresikan terkejut atas tuduhan tersebut:
“Manchester City FC terkejut dengan dikeluarkannya dugaan pelanggaran Peraturan Premier League ini, terutama mengingat keterlibatan yang luas dan sejumlah besar materi terperinci yang telah disediakan untuk EPL.
Klub menyambut baik peninjauan masalah ini oleh Komisi independen, untuk mempertimbangkan secara tidak memihak kumpulan bukti tak terbantahkan yang ada untuk mendukung posisinya.
Dengan demikian kami berharap masalah ini dapat diselesaikan secara tuntas untuk selamanya.”
Mengakhiri pesannya, Al Mubarak mengajak para penggemar untuk tetap fokus mendukung tim di lapangan setelah jeda internasional, di mana Manchester City dijadwalkan bertandang ke Anfield dua minggu mendatang dan menjamu Paris Saint-Germain di Etihad Stadium dalam ajang Liga Champions. (Z-2)
