Hati-hati! Menanam Pohon di Dunia yang Kian Panas Ternyata Punya 'Biaya Air' Tersembunyi
Ilustrasi(Magnific)

MENANAM pohon telah lama dipandang sebagai salah satu senjata utama manusia untuk melawan perubahan iklim. Pohon bertindak sebagai penyerap karbon alami yang efektif untuk mengurangi emisi di atmosfer. Namun, studi terbaru mengungkapkan adanya efek samping yang selama ini kerap diabaikan: menanam pohon secara masif di dunia yang kian memanas ternyata memiliki “biaya air” tersembunyi yang cukup tinggi.

Penelitian yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Universitas Twente menunjukkan proyek reboisasi global berpotensi mengurangi ketersediaan air tanah secara signifikan. Fenomena ini terjadi akibat proses transpirasi, yaitu ketika pohon menyerap air dari dalam tanah melalui akarnya dan melepaskannya kembali ke atmosfer sebagai uap air melalui daun.

Ketika suhu bumi meningkat akibat pemanasan global, atmosfer menjadi lebih kering. Kondisi ini memaksa pohon-pohon untuk “berkeringat” atau melakukan transpirasi lebih cepat demi menjaga regulasi suhunya. Akibatnya, jumlah air yang diserap dari dalam tanah melonjak drastis, sehingga menyisakan lebih sedikit aliran air untuk sungai, danau, dan cadangan air bawah tanah yang sangat dibutuhkan oleh manusia.

Untuk memetakan dampak ini, tim peneliti menggunakan model hidrologi canggih guna menyimulasikan skenario penanaman pohon secara global di bawah berbagai proyeksi iklim masa depan. Hasil simulasi menunjukkan pola yang mengkhawatirkan, di wilayah-wilayah yang sudah mengalami kelangkaan air, seperti sebagian Afrika, Australia, dan wilayah barat Amerika Serikat, penambahan jumlah pohon justru dapat memperparah kekeringan lokal.

Meskipun uap air yang dilepaskan oleh pohon pada akhirnya akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan, para peneliti mencatat bahwa hujan tersebut tidak selalu jatuh di wilayah yang sama. Sering kali, angin membawa awan menjauh ke wilayah lain, sehingga komunitas lokal yang areanya ditanami pohon justru kehilangan pasokan air permukaan mereka tanpa mendapatkan manfaat curah hujan pengganti.

Temuan ini tidak berarti aktivitas menanam pohon harus dihentikan sepenuhnya. Pohon tetap memegang peran krusial dalam menjaga keanekaragaman hayati, mencegah erosi tanah, dan mendinginkan suhu lokal. Kendati demikian, studi ini memberikan peringatan keras bahwa strategi mitigasi iklim tidak boleh hanya berfokus pada penyerapan karbon secara membabi buta.

Para ilmuwan menekankan pentingnya pendekatan yang lebih seimbang dan disesuaikan dengan kondisi geografis setempat. Sebelum meluncurkan proyek reboisasi skala besar, para pembuat kebijakan dan aktivis lingkungan harus mempertimbangkan siklus air lokal secara matang. Pemilihan jenis pohon yang hemat air dan penempatan lokasi yang tepat menjadi kunci utama agar upaya penyelamatan bumi tidak justru memicu krisis air bersih baru di masa depan. (EArth/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *