
KEHADIRAN Indonesia Women’s League (IWL) 2026/2027 menjadi angin segar bagi gairah olahraga nasional, sekaligus memantik optimisme dari pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
Menyaksikan langsung laga pembuka kompetisi sepak bola putri nasional tersebut, Herdman melihat adanya modal kuat serta potensi besar yang siap berkembang pesat jika dikelola dengan investasi yang berkelanjutan.
Atmosfer kompetisi yang diikuti oleh enam klub peserta itu mengingatkan Herdman pada awal mula kebangkitan sepak bola putri di Kanada dan Selandia Baru, dua negara yang pernah ditanganinya.
Ia menilai langkah PSSI memutar roda kompetisi ini merupakan pijakan penting untuk membangun generasi baru pesepak bola putri di Tanah Air.
“Ini malam yang besar untuk menyaksikan pertandingan perdana sekaligus menjadi bagian dari perayaan ini. Saya pernah melihat liga sepak bola putri di Kanada dan Selandia Baru dimulai, dan melihat hal serupa malam ini merupakan sesuatu yang menggembirakan,” ujar Herdman di Stadion Madya, Senayan, Jakarta pada Minggu (18/10).
Mantan pelatih timnas putri Kanada dan Selandia Baru itu menambahkan bahwa kualitas teknis di lapangan sudah cukup menjanjikan untuk terus dipupuk. Menurutnya, konsistensi dukungan dan investasi menjadi kunci utama agar iklim sepak bola wanita Indonesia bisa menyamai tren global.
“Sangat penting bagi kita untuk terus berinvestasi dalam sepak bola putri,” tegasnya.
Dampak jangka panjang dari bergulirnya IWL diharapkan mampu melahirkan tempat bertumbuh yang ideal bagi para pemain muda.
Harapan Herdman bahkan melangkah lebih jauh hingga ke ranah personal, di mana ia membayangkan sang buah hati kelak bisa merasakan sengitnya persaingan liga di Indonesia.
“Saya memiliki seorang putri. Saya berharap suatu hari nanti dia bisa datang dan bermain di Indonesia,” tuturnya.
Edisi IWL 2026/2027 sendiri diramaikan oleh persaingan enam tim papan atas, yakni Garudayaksa FC, Persita, Persikad, Dewa United Banten FC, Persija Jakarta, dan FC Bekasi City.
Babak reguler akan menyajikan 45 laga selama 15 pekan hingga pertengahan Januari 2027, sebelum berlanjut ke fase semifinal serta partai puncak pada akhir Januari 2027. (H-3)
