Groundbreaking Jembatan di Dukuh Atas, Integrasikan Enam Layanan Transportasi
Peresmian pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas.(MI/Mohamad Farhan Zhuhri)

GUBERNUR DKI Jakarta melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking fasilitas pejalan kaki (pedestrian deck) di Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Fasilitas yang lebih dikenal Jembatan Donat itu akan mengintegrasikan enam moda transportasi di kawasan itu.

Ia menjelaskan, pihaknya akan menghubungkan moda transportasi, mulai dari KRL, Kereta Bandara, Trans-Jakarta, LRT Jabodebek, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta, yang akan dikembangkan ke Dukuh Atas. 

Artinya, masyarakat tidak akan lagi kesulitan ketika berpindah moda di kawasan itu.

“(Jalur) Pedestrian ini dengan enam moda yang terhubung akan menjadi seamless mobility. Artinya orang tidak ada lagi yang kepanasan, kehujanan, dan sebagainya dan sebagainya,” kata dia di kawasan Dukuh Atas, Minggu (21/6).

Ia menjelaskan, pembangunan Jembatan Donat itu akan dilakukan dengan menggunakan dana dari PT MRT Jakarta. Namun, ia belum mau mengungkap besaran dana yang digunakan untuk pembangunan fasilitas tersebut. 

Pramono ingin pembangunan itu dapat selesai pada momentum 500 tahun Kota Jakarta pada tahun depan. Namun, keinginan itu kemungkinan besar tidak bisa tercapai, mengingat PT MRT Jakarta menargetkan pembangunan baru dapat rampung pada 2028.

Ia meyakini, keberadaan Jembatan Donat itu akan sangat memudahkan masyarakat yang mengakses transportasi umum di kawasan itu. Dampak lainnya, menurut dia, keberadaan pedestrian deck itu juga bakal mengatasi kemacetan di wilayah tersebut. 

“Dapat dipastikan pasti akan mengurangi kemacetan. Karena kenapa? Seperti kita ketahui bersama, hampir setiap sore ataupun kalau lagi gerimis, lagi hujan, setiap pagi, orang banyak sekali turun di tepi jalan. Kemudian inilah yang menggangu lalu lintas di tempat ini. Kalau ini sudah ada, orang tidak lagi turun ke bawah, pasti orang akan menggunakan jalan yang ada di atas karena itulah yang mau ke MRT, kereta bandara, LRT yang ke sini,” kata dia. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *