
DUNIA jurnalistik kembali berduka setelah Ahmed Wishah, seorang kameraman untuk saluran berita Al Jazeera, dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan satu rumah di kamp pengungsi Bureij, Gaza tengah, Jalur Gaza, Palestina.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu (21/6/2026), manajemen Al Jazeera mengutuk keras peristiwa tersebut. Pihak jaringan media yang berbasis di Qatar ini menyebut insiden itu sebagai kejahatan keji yang menargetkan koresponden Al Jazeera Mubasher.
“Ini merupakan pelanggaran baru dan nyata terhadap seluruh hukum serta norma internasional. Hal ini mencerminkan kebijakan sistematis yang terus berlanjut dalam menargetkan jurnalis demi membungkam suara kebenaran,” tulis pernyataan resmi Al Jazeera.
Insiden tragis ini menambah daftar panjang kehilangan bagi keluarga Wishah. Sebelumnya, saudara laki-laki Ahmed, Mohammed Wishah, juga tewas pada 8 April tahun ini akibat penembakan Israel saat sedang dalam perjalanan menggunakan kendaraannya.
Meski militer Israel mengeklaim tanpa bukti bahwa Mohammed terlibat dalam aktivitas kelompok bersenjata, otoritas pertahanan sipil Palestina membantah keras tuduhan tersebut.
Berdasarkan data dari Committee to Protect Journalists (CPJ), setidaknya 260 jurnalis Palestina gugur sejak eskalasi konflik di Gaza dimulai pada Oktober 2023. Angka ini menjadi catatan kelam bagi keselamatan pekerja media di zona konflik.
Serangan yang menewaskan Ahmed Wishah merupakan bagian dari rangkaian serangan udara Israel di seluruh wilayah Gaza pada Sabtu. Kebrutalan itu dilaporkan menelan sedikitnya 10 korban jiwa tambahan.
Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan data terbaru yang menunjukkan skala kehancuran manusia yang luar biasa. Sejak konflik pecah, tercatat sebanyak 73.018 orang tewas dan 173.273 lainnya mengalami luka-luka.
Meskipun sempat ada pengumuman gencatan senjata pada Oktober lalu, intensitas serangan dilaporkan tetap tinggi. Data menunjukkan bahwa sejak periode tersebut, serangan Israel menewaskan 1.007 orang dan melukai 3.165 lain yang mempertegas situasi kemanusiaan kian kritis di wilayah kantong tersebut. (Al Jazeera/I-2)
