
KEPALA Basarnas Mohammad Syafii mengatakan kondisi cuaca belum memungkinkan tim penyelam untuk melakukan operasi pencarian korban kapal Virgo di bawah laut yang terbalik di Laut Jawa.
“Operasi hanya mungkin dilaksanakan atas dasar jaminan aman. Mudah-mudahan kondisi cuaca memungkinkan sehingga kita bisa melakukan tindakan semaksimal mungkin,” ujar Syafii di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9) malam.
Ia menjelaskan Basarnas tetap memaksimalkan pencarian korban kapal Virgo melalui udara dan laut di permukaan perairan. Untuk operasi bawah laut, kata dia, hanya dapat dilakukan apabila kondisi gelombang, arus, dan faktor keselamatan lainnya memungkinkan tim penyelam bekerja di sekitar bangkai kapal.
Sebelumnya Basarnas berencana mengerahkan KRI Canopus pada hari ketiga pencarian korban tenggelamnya kapal Virgo. KRI Canopus didukung oleh teknologi canggih yang memiliki kemampuan pengamatan bawah laut dengan perangkat remotely operated vehicle dan multibeam echosounder. Tetapi belum dapat dioperasikan karena cuaca buruk.
“Kemampuan penyelam dan peralatan tersebut sebenarnya dapat mendukung operasi hingga kedalaman lebih dari 150 meter,” kata dia.
Syafii menyampaikan apabila operasi bawah laut terus terkendala cuaca, Basarnas akan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kemampuan melakukan tindakan terhadap bangkai kapal Virgo, termasuk kemungkinan membalikkan posisi kapal, atau menarik kapal untuk membuka akses pencarian korban.
“Minimal kita bisa membalikkan kondisi kapal itu sehingga kita bisa melaksanakan operasi pencarian terhadap korban. Setelah itu, tentunya akan kita serahkan kepada tim-tim investigasi yang dipimpin oleh Kepala KNKT,” papar dia.
Basarnas menyampaikan hingga Selasa (15/9), sebanyak 114 korban kapal Virgo ditemukan seluruhnya telah berhasil mendarat di Banjarmasin, terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia, sehingga masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang. Kapal Virgo Transport 8 membawa 243 orang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. (Ant/H-4)
