Gus Ipul Sebut Menag Nasaruddin Umar Masuk Bursa Calon Ketum PBNU
Menteri Agama Nasaruddin Umar.(Dok. Kemenag)

SEKRETARIS Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyebut Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai salah satu figur yang layak masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Hal ini mencuat menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 atau Muktamar Abad Kedua Nahdlatul Ulama.

Berbicara di Kediri, Jawa Timur, pada Selasa (16/6/2026), Gus Ipul mengungkapkan bahwa nama Nasaruddin Umar mulai muncul dalam pembahasan publik. Salah satu indikator kelayakannya adalah rekam jejak Nasaruddin yang pernah menjabat sebagai Katib Aam PBNU pada masa kepemimpinan almarhum K.H. Sahal Mahfudh.

Tradisi Katib Aam Menjadi Ketua Umum

Gus Ipul menyoroti sebuah pola kepemimpinan di tubuh PBNU selama empat dekade terakhir. Ia mencatat bahwa para pemimpin besar NU sebelumnya memiliki latar belakang sebagai Katib Aam sebelum dipercaya menakhodai organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

“Kalau kita lihat sejak zaman Gus Dur, paling tidak 40 tahun terakhir ini tiga ketua umum sebelumnya pernah menjadi Katib Aam,” ujar Gus Ipul. Ia merujuk pada K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), K.H. Said Aqil Siradj, dan K.H. Yahya Cholil Staquf.

Kendati demikian, Gus Ipul menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai siapa yang akan memimpin PBNU sepenuhnya berada di tangan peserta muktamar. “Penentuan Ketua Umum PBNU sepenuhnya menjadi kewenangan peserta muktamar melalui mekanisme organisasi yang berlaku,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga memastikan secara pribadi bahwa dirinya tidak akan maju maupun bersedia dicalonkan dalam pemilihan Ketua Umum PBNU mendatang.

Persiapan Munas NU 2026

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul usai menghadiri rapat koordinasi persiapan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kediri. Forum ini merupakan agenda strategis sebagai sarana konsolidasi organisasi sebelum menuju Muktamar.

Ketua Panitia Daerah Munas-Konbes NU dari PWNU Jatim, Mustain, menyatakan kesiapan teknis pelaksanaan acara di Ploso sudah mencapai hampir 100 persen. Rangkaian kegiatan dijadwalkan sebagai berikut:







Tanggal Agenda Lokasi
20-21 Juni 2026 Pembukaan Munas & Sidang-sidang PP Al Falah Ploso, Kediri
22 Juni 2026 Napak Tilas Muassis NU Tebuireng, Jombang
23 Juni 2026 Penutupan (Rencana dihadiri Presiden) Bangkalan, Madura

Ketua PWNU Jawa Timur, K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, berharap Munas dan Konbes ini mampu menghasilkan keputusan strategis yang memperkuat sistem kepemimpinan organisasi sesuai dengan nilai-nilai pendiri Nahdlatul Ulama. (Ant/H-3)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *