Program Pengabdian Masyarakat UNS Teliti Pirolisis Sampah Plastik di Boyolali
Ilustrasi(Dok istimewa )

UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi memulai program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Joyo Tentrem, Tempursari, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Jumat (13/6).

Kegiatan yang mengangkat tema “Pengolahan Sampah Plastik Melalui Pirolisis dan Pengujian Produk Secara ASTM” ini diawali dengan pelaksanaan survei lapangan oleh tim dosen dan mahasiswa UNS sebelum pembukaan program secara resmi.

Program tersebut dijalankan oleh Research Group Solid State Chemistry and Catalysis UNS yang dipimpin oleh Nurcahyo selaku Ketua Pengabdian. Tim pelaksana juga terdiri dari Fitria Rahmawati, Yuniarwan Hidayat, Eddy Heraldy, dan Khoirina Dwi Nugrahaningtyas.

Selain melibatkan para dosen peneliti, kegiatan ini turut mengikutsertakan mahasiswa UNS sebagai bagian dari implementasi pembelajaran, riset, serta pengabdian kepada masyarakat. Rangkaian program dijadwalkan berlangsung hingga Oktober 2026.

Dalam sambutannya, Fitria Rahmawati yang menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik UNS menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama pada aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan data dan temuan ilmiah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan teknologi pengelolaan sampah dan pemberdayaan sektor pertanian,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua P4S Joyo Tentrem, Wisnu Wijaya, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan UNS kepada lembaganya sebagai lokasi penelitian, pengabdian, sekaligus sarana pembelajaran bagi mahasiswa.

Menurut Wisnu, sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menghasilkan inovasi yang dapat memberikan manfaat luas bagi berbagai sektor.

“Kami berharap kerja sama ini dapat berlanjut pada masa-masa mendatang, baik dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilan pertanian maupun pengembangan teknologi untuk mengatasi persoalan sampah plastik dan berbagai jenis sampah lainnya yang saat ini menjadi persoalan yang sangat krusial,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wisnu juga mengajak mahasiswa untuk turut berperan dalam meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian yang dinilai memiliki potensi besar bagi masa depan Indonesia.

“Saat ini minat anak muda terhadap sektor pertanian masih relatif rendah, padahal Indonesia memiliki potensi sumber daya lahan yang sangat besar. Kami berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengajak generasi muda untuk kembali mencintai dan mengembangkan sektor pertanian,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian UNS, Nurcahyo, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian penelitian dan pengabdian masyarakat akan berlangsung hingga Oktober 2026. Dalam kegiatan awal tersebut, ia juga memberikan pengarahan kepada mahasiswa terkait mekanisme pelaksanaan program, metode penelitian yang digunakan, pembagian tugas, hingga target yang ingin dicapai selama kegiatan berlangsung.

Fokus utama penelitian ini adalah pengembangan teknologi pirolisis sebagai solusi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai manfaat lebih tinggi. Produk hasil pengolahan nantinya akan diuji menggunakan standar ASTM (American Society for Testing and Materials) untuk mengetahui kualitas dan karakteristiknya secara ilmiah.

Melalui penelitian ini, diharapkan dapat lahir inovasi teknologi yang mampu membantu mengurangi permasalahan sampah plastik sekaligus menciptakan peluang peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Dari pihak P4S Joyo Tentrem, kegiatan tersebut dihadiri oleh Wisnu Wijaya selaku Ketua P4S Joyo Tentrem, bersama Badrus Zaman dan Ali Hufran yang merupakan Dewan Pembina P4S Joyo Tentrem.

Menjelang penutupan acara, Badrus Zaman memberikan motivasi kepada mahasiswa yang terlibat dalam program tersebut. Ia berharap mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Badrus juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kepedulian sosial sehingga ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan dapat diwujudkan menjadi karya yang bermanfaat bagi masyarakat maupun lingkungan.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan sektor pertanian ini diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi berkelanjutan yang mendukung pengelolaan lingkungan, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi dan kearifan lokal. (E-4)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *