Fosil Jian changmaensis: Naga Bersayap Empat Sepupu Velociraptor Ditemukan
Ilustrasi Jian changmaensis (kiri) menyerang burung purba Gansus yumenensis (kanan) di Cekungan Changma di barat laut Tiongkok sekitar 120 juta tahun yang lalu.(Dok. Lewis LaRosa, diwarnai oleh Jao Canola)

TIM paleontolog berhasil mengidentifikasi spesies dinosaurus baru yang dijuluki sebagai “naga bersayap empat” di wilayah barat laut Tiongkok. Predator berbulu bernama Jian changmaensis ini diketahui hidup sekitar 120 juta tahun lalu dan merupakan kerabat dekat dari Velociraptor.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Carnegie Museum tersebut mengategorikan Jian changmaensis ke dalam kelompok microraptor, yakni dinosaurus kecil mirip burung. Berbeda dengan citra predator di film fiksi, spesies ini memiliki tubuh ringan dengan bulu panjang di lengan dan kaki yang memungkinkannya meluncur di antara pepohonan.

Fosil ini ditemukan di Formasi Xiagou, Provinsi Gansu, yang berasal dari periode Kapur Awal. Meski temuan hanya mencakup sebagian tulang bahu dan tungkai depan, para peneliti menegaskan data tersebut cukup untuk menetapkan identitas spesies baru.

“Ini adalah salah satu microraptor terbesar yang pernah ditemukan,” ujar Jingmai O’Connor, paleontolog dari Field Museum Chicago sekaligus salah satu penulis penelitian. Berdasarkan analisis tulang, Jian diperkirakan memiliki rentang sayap mencapai 1,2 meter, sebanding dengan ukuran burung hantu lumbung modern.

Penemuan ini sekaligus memecahkan misteri di Cekungan Changma. Selama dua dekade, kawasan tersebut dikenal kaya akan fosil burung purba namun minim temuan dinosaurus non-burung. Para ahli menduga Jian changmaensis adalah predator puncak di ekosistem tersebut yang memangsa burung-burung purba, diperkuat dengan temuan sisa tulang burung di lokasi yang menyerupai pelet muntahan burung pemangsa.

Steve Brusatte, paleontolog dari Universitas Edinburgh yang tidak terlibat dalam studi, menilai temuan ini sangat krusial bagi sejarah evolusi. “Fosil baru ini berasal dari dinosaurus yang pada dasarnya berada di ambang menjadi burung sejati,” ungkapnya.

Para ilmuwan berharap ekskavasi lanjutan di masa depan dapat mengungkap lebih banyak informasi mengenai anatomi lengkap Jian changmaensis sebagai salah satu mata rantai terdekat asal-usul burung modern.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *