
LESLEY Groff, mantan asisten eksekutif Jeffrey Epstein yang telah bekerja selama 18 tahun, memberikan kesaksian di hadapan Komite Pengawas DPR Amerika Serikat. Dalam wawancara tertutup tersebut, Groff mengaku tidak tahu-menahu mengenai kejahatan seksual yang dilakukan mendiang bosnya. Ia menggambarkan Epstein sebagai sosok “manipulator ulung” yang memiliki seribu alasan untuk menyembunyikan aksi bejatnya.
Sebagai pembelaan, Groff menyatakan meyakini jadwal pemesanan pijat yang ia atur untuk Epstein dengan sejumlah perempuan muda dan anak-anak di bawah umur adalah murni dengan terapis pijat profesional. Groff merupakan salah satu lingkaran dalam terdekat Epstein yang akhirnya berbicara kepada Kongres. Berdasarkan jutaan dokumen Departemen Kehakiman AS, Groff diketahui mengelola hampir seluruh aspek hidup Epstein, mulai dari mengatur jadwal pertemuan hingga perjalanan domestik maupun internasional untuk puluhan perempuan.
Pernyataan ketidaktahuan Groff langsung memicu kecaman keras dari para korban selamat. Salah satu korban, Sharlene Rochard, mengungkapkan skeptisismenya terhadap pengakuan tersebut.
“Salah satu bagian tersulit bagi para korban selamat adalah mendengar orang-orang terdekat Epstein mengklaim bahwa mereka tidak melihat apa-apa,” kata Rochard kepada CNN. “Itu tidak sesuai dengan pengalaman saya. Korban selamat berhak mendapatkan jawaban, bukan klaim ketidaktahuan.”
Sikap skeptis juga datang dari perwakilan Demokrat di panel tersebut, Rep. Stephen Lynch. Ia menilai pengakuan Groff sangat tidak konsisten mengingat masa kerjanya yang mencapai hampir dua dekade. Terlebih, Epstein merupakan pelaku kejahatan seksual terdaftar yang wajib melaporkan aktivitasnya.
Di sisi lain, anggota Kongres dari faksi Demokrat juga mencoba mendalami keterkaitan antara mantan Presiden Donald Trump dengan lingkaran Epstein. Meskipun Trump berulang kali membantah adanya pelanggaran hukum atau pelecehan seksual, Lynch mencatat bahwa Groff sempat mengatur beberapa panggilan telepon antara Trump dan Epstein sebelum Trump menjabat sebagai presiden.
Ketua Komite Pengawas, James Comer, menyebut Groff bersikap kooperatif selama pemeriksaan. Bahkan, perwakilan Demokrat lainnya, Rep. Robert Garcia, menyebut Groff memberikan sejumlah nama baru di lingkaran Epstein untuk diselidiki lebih lanjut.
Groff mulai bekerja untuk Epstein pada tahun 2001. Namanya sempat masuk dalam daftar potensial rekan konspirator dalam perjanjian non-penuntutan kontroversial di Florida pada tahun 2008. Meski demikian, tim pengacara Groff pada akhir 2021 memastikan kliennya tidak akan menghadapi tuntutan hukum karena tidak pernah menyaksikan tindakan ilegal apa pun selama bekerja sebagai staf profesional. (CNN/Z-2)
