
PT Industri Nabati Lestari (INL), anak usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo dan PTPN III (Persero), mulai mengoperasikan fasilitas pengemasan minyak goreng di kawasan Pelabuhan Kalimas, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mempercepat distribusi minyak goreng ke wilayah Indonesia Timur sekaligus menekan biaya logistik hingga 40 persen.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan fasilitas pengemasan yang diresmikan pada Jumat (5/6) itu merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendekatkan titik distribusi ke pasar utama di Indonesia bagian tengah dan timur.
Menurutnya, selama ini minyak goreng dalam kemasan dikirim langsung dari pabrik pengolahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. Kini, produk dikirim dalam bentuk curah ke Surabaya untuk kemudian dikemas dan didistribusikan ke Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
“Selama ini produk dikirim dalam bentuk kemasan dari Sumatera Utara. Dengan pengemasan dilakukan di Surabaya, distribusi menjadi lebih efisien dan biaya logistik dapat ditekan hingga 40 persen,” ujar Jatmiko.
KONEKTIVITAS PELABUHAN
Ia menjelaskan, Surabaya dipilih sebagai lokasi fasilitas baru karena memiliki konektivitas pelabuhan yang kuat dengan berbagai wilayah di Indonesia Timur. Kondisi tersebut memungkinkan waktu pengiriman menjadi lebih singkat sekaligus menjaga ketersediaan pasokan di daerah tujuan.
Menurut Jatmiko, penguatan jaringan distribusi merupakan bagian dari transformasi PalmCo yang tidak hanya berfokus pada produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), tetapi juga memperbesar bisnis hilir yang memberikan nilai tambah lebih tinggi.
“PTPN mendapat tugas untuk menjadi instrumen negara yang dapat diandalkan dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas industri sawit nasional. Karena itu, kami terus memperkuat hilirisasi dan distribusi agar produk bisa menjangkau masyarakat secara lebih efektif,” katanya.
Efisiensi distribusi dinilai penting karena biaya logistik masih menjadi tantangan utama dalam penyaluran bahan pangan nasional. Untuk komoditas kebutuhan pokok seperti minyak goreng, tingginya biaya pengiriman kerap memengaruhi harga jual di tingkat konsumen, terutama di wilayah kepulauan yang jauh dari pusat produksi.
OPERASIONAL FASILITAS PENGEMASAN
Operasional fasilitas pengemasan tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan PT Lestari Jaya Indonesia Maju (LJIM). Komisaris PT LJIM Mayjen TNI (Purn) Gamal Haryo Putro mengatakan distribusi awal dari fasilitas baru itu telah berjalan dengan respons positif dari pasar.
“Kami melihat kebutuhan pasar yang cukup besar. Karena itu, distribusi akan terus diperkuat seiring meningkatnya kapasitas operasional dan daya serap pasar,” ujar Gamal.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas distribusi akan dilakukan secara bertahap dengan fokus utama memastikan kelancaran pasokan minyak goreng ke berbagai daerah di Indonesia bagian tengah dan timur.
PalmCo menilai skema pengiriman minyak goreng dalam bentuk curah dari Sumatera Utara untuk kemudian dikemas di Surabaya tidak hanya mempercepat distribusi, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional perusahaan dan memperkuat daya saing produk di pasar.
Dengan sistem distribusi yang lebih dekat dengan wilayah tujuan, perusahaan berharap pasokan minyak goreng dapat lebih terjaga, biaya logistik semakin efisien, serta mendukung ketahanan rantai pasok nasional di tengah meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. (E-2)
