Bisakah Tubuh Bertahan Tanpa Garam? Simak Penjelasan Ahli
Ilustrasi(Magnific)

GARAM sering kali mendapat citra buruk karena konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi. Namun, bukan berarti tubuh manusia bisa sepenuhnya lepas dari asupan garam.

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia, Agustino Zulys, menjelaskan garam merupakan zat yang sangat penting bagi tubuh. Bahkan, manusia membutuhkan garam setiap hari untuk menunjang berbagai fungsi vital.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Prof. Zulys menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan seseorang meninggal dunia apabila tidak mengonsumsi garam sama sekali.

Tubuh Manusia Membutuhkan Garam

Menurut Prof. Zulys, di dalam tubuh manusia terdapat sekitar 100 hingga 250 gram garam yang berperan dalam berbagai proses biologis.

“Manusia bisa mati kalau tidak makan garam. Kok bisa begitu? Setiap hari manusia itu butuh garam. Bahkan di dalam tubuh kita itu ada 100 sampai 250 gram garam,” ujar dia dalam unggahan Kamis (4/6).

Ia menjelaskan salah satu fungsi utama garam adalah membantu kerja sistem saraf. Garam mengandung natrium yang berperan sebagai ion penting dalam penghantaran sinyal antarsel saraf.

Tanpa kadar natrium yang memadai, proses komunikasi di dalam otak tidak dapat berlangsung secara normal sehingga dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh.

Berperan Penting untuk Kerja Jantung

Tak hanya otak, garam juga berperan dalam menjaga irama detak jantung tetap normal. Prof. Zulys menerangkan sel-sel jantung bekerja melalui mekanisme pertukaran ion, termasuk natrium dan kalium. Sistem inilah yang memungkinkan jantung berdetak secara teratur.

Jika tubuh mengalami kekurangan garam, keseimbangan ion dapat terganggu sehingga memengaruhi kerja jantung dan sistem saraf.

“Kekurangan garam ini juga menyebabkan bahaya yang menyebabkan kerja jantung, kerja saraf kita akan menjadi tidak normal,” jelasnya.

Kekurangan dan Kelebihan Garam Sama-sama Berisiko

Meski penting, konsumsi garam tetap harus diperhatikan. Prof. Zulys mengingatkan kelebihan garam juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Asupan garam yang terlalu tinggi diketahui dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu hipertensi. Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk mengonsumsi garam dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan maupun terlalu sedikit.

“Kelebihan garam tidak bagus juga akan menyebabkan hipertensi. Tapi kekurangan garam ini juga menyebabkan bahaya,” katanya.

Oleh sebab itu, menjaga keseimbangan asupan garam menjadi kunci untuk mendukung fungsi organ-organ vital tubuh tetap bekerja dengan baik.

Penjelasan Prof. Zulys menunjukkan garam bukan sekadar penyedap makanan. Kandungan natrium di dalamnya memiliki peran penting dalam menjaga fungsi saraf, otak, hingga jantung.

Karena itu, menghindari garam secara total bukanlah pilihan yang dianjurkan. Sebaliknya, konsumsi garam perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh agar manfaatnya tetap diperoleh tanpa meningkatkan risiko gangguan kesehatan. (Instagram/ @prof.zulys/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *