Pria Inggris Temukan Cincin Emas Romawi Kuno Senilai Rp1,5 Miliar
Cincin emas “luar biasa”, yang berasal dari zaman Romawi, ditemukan oleh seorang ahli detektor logam amatir.(South West Heritage Trust)

SEBUAH penemuan luar biasa berhasil mengubah nasib seorang mantan tentara yang kini bekerja sebagai pengemudi truk, Kevin Minto. Melalui hobinya menjelajahi ladang menggunakan alat detektor logam (metal detectorist), pria berusia 68 tahun ini berhasil menemukan sebuah cincin emas Romawi kuno yang sangat langka di wilayah Ilminster, Somerset, Inggris.

Cincin emas seberat 48 gram tersebut diperkirakan berasal dari tahun 297 Masehi. Objek bersejarah ini dihiasi oleh batu permata yang diukir dengan sangat indah (intaglio), menampilkan sosok Dewi Kemenangan Romawi, Victoria, yang sedang mengendarai kereta perang dengan dua ekor kuda.

Minto mengenang kembali momen mendebarkan saat pertama kali matanya menangkap kilauan logam di tanah.

“Sulit untuk menjelaskan bagaimana rasanya ketika Anda menemukan sesuatu seperti itu,” ujar Minto. “Rasanya seperti ditabrak kereta ekspres. Awalnya saya mengira itu koin, lalu bros, dan kemudian menyadari bahwa itu adalah sebuah cincin. Anda akan sedikit tercengang, sungguh. Salah satu anak yang bersama saya berteriak: ‘Kita kaya, kita kaya.'”

Harta karun ini akhirnya resmi diakuisisi South West Heritage Trust, sebuah yayasan cagar budaya di Inggris, bersama dengan timbunan 297 koin Romawi yang ditemukan di lokasi yang sama. Total nilai akuisisi untuk seluruh temuan tersebut mencapai £78,000 atau sekitar Rp1,5 miliar. Sesuai ketentuan hukum setempat, setengah dari dana tersebut diberikan kepada pemilik tanah, sementara bagian sisanya dibagi oleh Minto bersama rekan detektornya.

Amal Khreisheh, kurator senior di South West Heritage Trust, memberikan apresiasi tinggi terhadap nilai historis dan keindahan dari perhiasan purbakala ini.

“Cincin Ilminster ini berukuran besar dan berat, dengan kerajinan emas yang rumit serta intaglio yang dieksekusi dengan indah,” kata Amal Khreisheh. “Meskipun contoh lainnya diketahui ada, elemen-elemen ini berkombinasi untuk menciptakan cincin spektakuler yang hanya memiliki tandingan dari penemuan-penemuan di benua Eropa.”

Khreisheh menambahkan penemuan berharga ini membantu memberikan gambaran baru mengenai bagaimana para penduduk Romawi di wilayah Somerset selatan menghadapi masa-masa penuh gejolak pada tahun 286 hingga 296 Masehi. Mengingat ukuran dan kemewahannya, perhiasan ini diduga kuat pernah dimiliki oleh seorang pejabat tinggi, pedagang kaya, atau tuan tanah besar pada masa kekaisaran Romawi.

Sebelum ditempatkan secara permanen di Museum of Somerset di Taunton agar bisa dinikmati oleh masyarakat luas, cincin emas bersejarah ini dijadwalkan untuk dibawa dalam rangkaian tur edukasi ke sejumlah sekolah dasar di wilayah setempat sepanjang bulan ini. (CNN/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *