Waspada Infeksi Jantung pada Anak: Jenis, Pemicu, dan Risiko Gagal Jantung
Ilustrasi(magnific)

INFEKSI jantung pada anak bukan merupakan persoalan sepele. Jika terlambat dideteksi, kondisi ini berisiko memicu komplikasi serius yang berkelanjutan, termasuk ancaman gagal jantung di usia dini.

Dokter spesialis anak yang juga anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Sarah Rafika Nursyirwan, Sp.A, Subsp. Kardio (K), menjelaskan bahwa infeksi jantung pada anak utamanya disebabkan oleh serangan kuman secara langsung maupun reaksi autoimun.

“Bila infeksi terlambat dikenali, dampaknya bisa memicu komplikasi berkelanjutan, terutama jika mengenai katup atau fungsi jantung. Hal ini bisa menyebabkan gejala gagal jantung pada anak-anak, bahkan pada bayi,” ujar Sarah dalam sebuah webinar kesehatan di Jakarta, Selasa (3/6).

Mekanisme Terjadinya Infeksi

Secara medis, Sarah memaparkan dua jalur utama bagaimana jantung anak bisa terinfeksi:

  1. Infeksi Langsung: Kuman atau patogen secara langsung menyerang lapisan-lapisan jantung.
  2. Reaksi Antibodi (Autoimun): Tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap infeksi sebelumnya. Antibodi yang seharusnya melindungi tubuh justru berbalik menyerang jaringan jantung sendiri.

Sebagai organ vital yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh, gangguan pada lapisan jantung mana pun akan mengganggu sistem kehidupan anak secara keseluruhan.

Jenis Penyakit Infeksi Jantung pada Anak

Berdasarkan penjelasan Sarah, terdapat empat jenis penyakit utama yang perlu diwaspadai oleh orang tua:








Jenis Penyakit Keterangan
Perikarditis Infeksi pada lapisan terluar jantung (perikardium).
Miokarditis Infeksi pada otot jantung (miokardium).
Endokarditis Infeksi pada lapisan terdalam jantung (endokardium).
Penyakit Jantung Reumatik (RHD) Kerusakan katup jantung akibat komplikasi demam reumatik akut.

Waspadai Pemicu dari Infeksi Ringan

Salah satu poin krusial yang disampaikan adalah bahwa infeksi jantung sering kali bermula dari penyakit yang tampak ringan. Infeksi kulit atau radang tenggorokan yang tidak ditangani secara tuntas dapat menjadi pintu masuk bagi kerusakan jantung.

Khusus untuk Penyakit Jantung Reumatik (RHD), Sarah menekankan bahwa kondisi ini sering dipicu oleh bakteri Streptococcus grup A yang menyebabkan radang tenggorokan. Jika pengobatan tidak dilakukan hingga tuntas, respons antibodi anak yang berlebihan akan menyerang katup jantung.

Catatan Penting: Anak dengan daya tahan tubuh rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyebaran infeksi dari organ luar (seperti kulit) menuju organ vital seperti jantung.

Orangtua diimbau untuk tidak meremehkan infeksi berulang pada anak dan segera melakukan konsultasi medis jika anak menunjukkan gejala kelelahan yang tidak biasa, sesak napas, atau nyeri dada pasca-mengalami infeksi tenggorokan atau kulit. (Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *