Perbedaan Kompres Hangat dan Dingin untuk Keluhan Mata: Mana yang Tepat?
Ilustrasi kompres mata.(Dok. Magnific)

MENGALAMI gangguan kesehatan mata seperti rasa mengganjal, kering, atau bengkak tentu menimbulkan ketidaknyamanan. Salah satu pertolongan pertama yang sering disarankan adalah melakukan kompres. Namun, banyak orang masih bingung kapan harus menggunakan air hangat dan kapan harus menggunakan air dingin.

Dokter spesialis mata lulusan Universitas Padjadjaran, Tri Wahyu, menjelaskan bahwa baik kompres hangat maupun dingin merupakan terapi pendukung yang efektif untuk meredakan berbagai keluhan pada mata. Meski keduanya bermanfaat, fungsinya sangat berbeda tergantung pada jenis keluhan yang dialami.

Kapan Harus Menggunakan Kompres Hangat?

Kompres hangat bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah dan membantu melancarkan kelenjar minyak di kelopak mata. Menurut dr. Tri Wahyu, berikut adalah kondisi yang tepat untuk kompres hangat:

  • Mata Kering: Sangat membantu bagi mereka yang sering menatap layar gawai (monitor), bekerja di ruang ber-AC, atau sering terpapar debu dan asap.
  • Mata Lelah dan Berair: Merilekskan otot mata setelah beraktivitas seharian.
  • Bintitan (Hordeolum): Membantu membuka saluran minyak yang tersumbat di kelopak mata sehingga cairan yang terperangkap bisa keluar dan bengkak mereda.
  • Infeksi Meradang: Sebagai terapi pendukung untuk mempercepat proses penyembuhan gejala infeksi.

Berbeda dengan kompres hangat, kompres dingin berfungsi untuk mengecilkan pembuluh darah (vasokonstriksi) dan mengurangi peradangan akut. dr. Tri Wahyu menyarankan kompres dingin untuk:

  • Trauma Benda Tumpul: Meredakan memar pada area sekitar mata.
  • Kelopak Mata Bengkak: Membantu bengkak lebih cepat reda dengan cara menutup pembuluh darah yang bocor akibat benturan atau iritasi akut.

Panduan Cara Kompres Mata yang Benar:

  • Gunakan handuk bersih, eye patch, atau botol hangat/dingin.
  • Pastikan mata dalam kondisi tertutup saat dikompres.
  • Durasi: 5 hingga 10 menit per sesi.
  • Frekuensi: Dapat dilakukan 2 sampai 3 kali sehari atau sesering mungkin karena bersifat non-invasif.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun kompres mata sangat membantu sebagai terapi mandiri di rumah, dr. Tri Wahyu mengingatkan agar tetap waspada. Jika bengkak pada mata tidak kunjung mereda setelah dilakukan kompres, atau jika keluhan yang sama sering kambuh di lokasi yang sama, segera konsultasikan ke dokter spesialis mata untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat.

(Ant/H-3)

 

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *