BMKG: 25 Provinsi Alami Hari tanpa Hujan Lebih dari 60 Hari Akibat El Nino
Dua anak bermain layang-layang di area Waduk Sumberkepuh yang mengering di Lengkong, Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (6/9/2026).(ANTARA/Muhammad Mada )

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan dampak signifikan fenomena El Nino yang memicu kekeringan ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Hingga saat ini, sebanyak 25 provinsi tercatat mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) berurutan dengan durasi lebih dari 60 hari.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa durasi kekeringan terpanjang ditemukan di wilayah DI Yogyakarta. “Namun yang terpanjang saat ini di wilayah Bantul, DI Yogyakarta yaitu sepanjang 131 hari atau lebih dari 4 bulan,” ujar Ardhasena dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Dampak El Nino pada Zona Musim

Secara historis, El Nino memperparah kondisi musim kemarau, terutama di wilayah selatan Khatulistiwa. Fenomena tahun ini bahkan menekan curah hujan di daerah yang secara klimatologis seharusnya memiliki tipe hujan sepanjang tahun (ekuatorial).

Ardhasena menjelaskan, dari total 110 zona musim (ZOM) atau sekitar 33 persen luas daratan Indonesia yang biasanya basah sepanjang tahun, mayoritas terdampak anomali cuaca. “Untuk 2026 ini, 98 zona musimnya itu mengalami musim kemarau karena dampak anomali hujan lebih rendah akibat El Nino, sementara 12 zona musimnya itu tetap sama seperti klimatologinya,” jelasnya.

Sebaran Wilayah Terdampak Kemarau

Berdasarkan monitoring terbaru BMKG, sebanyak 556 zona musim atau 61,91 persen dari luas daratan Indonesia masih berada dalam periode musim kemarau. Wilayah-wilayah tersebut meliputi:

  • Mayoritas wilayah di Pulau Jawa
  • Mayoritas wilayah di Sulawesi
  • Gugusan Kepulauan Nusa Tenggara
  • Sebagian wilayah di Sumatra dan Kalimantan
  • Sebagian kecil wilayah di Papua

Meski kekeringan melanda sebagian besar wilayah, BMKG mencatat adanya anomali lokal di beberapa titik. Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatra Barat dilaporkan telah memasuki musim hujan di tengah fenomena El Nino yang masih berlangsung.

Catatan Redaksi: Data ini berdasarkan laporan BMKG per 22 September 2026. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi krisis air bersih dan risiko kebakaran hutan serta lahan di wilayah terdampak HTH ekstrem.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *