BUMN Telekomunikasi Ini  Perkuat Pemberdayaan Desa Lewat Program Baktiku Negeriku 2026
Program CSR Telkomsel, Baktiku Negeriku yang dilaksanakan di Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur.(Dok.Telkomsel)

TELKOMSEL kembali menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Baktiku Negeriku 2026 sebagai upaya memperkuat pembangunan desa dan mendorong transformasi digital yang inklusif.

Program tersebut digelar pada 21-23 Mei 2026 di Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, literasi digital, dan pengembangan ekonomi lokal.

Vice President Consumer Business Area Jabotabek Jabar Telkomsel, Tuty Rahma Afriza, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan dampak sosial berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Baktiku Negeriku merupakan wujud nyata komitmen Telkomsel dalam menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital. Kami percaya bahwa pemberdayaan masyarakat akan lebih efektif ketika dilakukan secara kolaboratif, termasuk melibatkan karyawan sebagai agen perubahan yang dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman secara langsung,” kata Tuty, Rabu (3/6).

Menurut dia, program tersebut selaras dengan agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita poin keenam yang menitikberatkan pembangunan dari desa untuk mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

IMPLEMENTASI EVP

Dalam pelaksanaannya, Telkomsel memperkuat implementasi Employee Volunteering Program (EVP). Melalui program ini, karyawan tidak hanya bertugas sebagai relawan, tetapi juga berperan sebagai mentor, fasilitator, dan penghubung akses pengetahuan serta teknologi bagi masyarakat desa.

Karyawan Telkomsel terlibat langsung dalam berbagai kegiatan, antara lain edukasi literasi digital, pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung sektor pertanian dan pariwisata.

“Selain itu, program ini juga mengedepankan pemberdayaan anak muda desa sebagai local champion yang dipersiapkan untuk memimpin inisiatif perubahan di daerahnya. Mereka dilibatkan secara aktif dalam perencanaan hingga pengelolaan program berbasis potensi lokal guna menciptakan dampak yang berkelanjutan dan relevan,” ujar Tuty.

KEGIATAN UTAMA

Ia menjelaskan, Baktiku Negeriku 2026 mencakup sejumlah kegiatan utama, di antaranya implementasi Integrated Farming Demonstration Plot, pengembangan Creative Tourism berbasis ekonomi sirkular, pembangunan Telkomsel Creative Digital Center sebagai pusat literasi digital, serta berbagai kegiatan edukasi yang melibatkan masyarakat setempat.

Menurut Tuty, berbagai inisiatif tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan digital masyarakat, membuka peluang pengembangan usaha, serta mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung produktivitas sehari-hari.

“Melalui rangkaian inisiatif ini, Telkomsel menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat desa, mulai dari peningkatan keterampilan digital, peluang pengembangan usaha, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung produktivitas sehari-hari, sehingga masyarakat dapat lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan ekonomi ke depan,” katanya.

PERKUAT KOLABORASI WARGA 

Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, program ini juga memperkuat kolaborasi antara warga, pemerintah desa, dan Telkomsel dalam membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.

Telkomsel menilai pendekatan tersebut penting agar dampak program tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Program Baktiku Negeriku merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan di berbagai daerah dan dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital, penguatan ekonomi masyarakat, serta partisipasi sosial warga.

Setelah pelaksanaan di Desa Balegede, Telkomsel akan melanjutkan program Baktiku Negeriku 2026 di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada 11-13 Juni 2026 mendatang. (E-2)

 

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *