Presiden Prabowo Tegaskan Ekspor SDA Satu Pintu demi Kepentingan Nasional
Presiden Prabowo dalam pidato peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6).(Dok. YouTube Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah secara resmi menetapkan kebijakan ekspor sumber daya alam (SDA) melalui sistem satu pintu. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan kekayaan alam nasional memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat Indonesia dan tidak lagi mengalir ke luar negeri tanpa kendali.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6). Menurut Presiden, kebijakan ini merupakan respons atas kondisi pengelolaan SDA selama ini yang keuntungannya lebih banyak dinikmati pihak asing daripada masyarakat domestik.

“Sudah terlalu lama sebagian keuntungan dari sumber daya alam mengalir ke luar negeri dan tidak tinggal di Ibu Pertiwi. Karena itu, pemerintah menentukan ekspor SDA satu pintu,” ujar Presiden Prabowo.

Selain pengaturan pintu ekspor, Kepala Negara menekankan pentingnya investasi besar-besaran pada sektor industrialisasi berbasis hilirisasi. Upaya ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas mentah sebelum dikirim ke pasar global. Pemerintah juga berkomitmen memperkuat pengelolaan devisa hasil ekspor agar dampak ekonominya terasa nyata di dalam negeri.

Ekonomi Berlandaskan Pancasila

Presiden Prabowo mengingatkan bahwa arah pembangunan ekonomi Indonesia harus tetap tegak lurus pada nilai-nilai Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945. Ia menekankan prinsip ekonomi yang egaliter dan berorientasi pada kepentingan rakyat banyak, bukan segelintir golongan.

Dalam kerangka tersebut, penguatan koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menjadi agenda prioritas pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Presiden ingin desa-desa di seluruh Indonesia bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Koperasi harus diperkuat, koperasi harus bangkit. Koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan,” tegasnya.

Menutup pidatonya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa tujuan akhir dari seluruh kebijakan ekonomi ini adalah mewujudkan keadilan sosial. Ia berharap pertumbuhan ekonomi nasional dapat berjalan beriringan dengan pemerataan hasil pembangunan di seluruh lapisan masyarakat. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *