Luciano Spalletti Tanggapi Tekanan di Juventus Jelang Liga Europa
Pelatih Juventus Luciano Spalletti.(AFP/ISABELLA BONOTTO )

PELATIH Juventus, Luciano Spalletti, menegaskan dirinya sama sekali tidak terganggu dengan tekanan besar yang kini mengarah kepadanya. Pernyataan ini muncul setelah Si Nyonya Tua gagal meraih kemenangan dalam dua pertandingan terakhir di kompetisi domestik.

Spalletti mengibaratkan tekanan dalam dunia sepak bola profesional sebagai bagian dari proses pendewasaan hidup. Ia mengaku sudah terbiasa menghadapi situasi sulit sejak masa kecilnya.

“Belajar menerima tekanan itu ibarat obat; hal itu membantu Anda menjalani hidup dengan benar. Saya sudah belajar hal itu sejak lama. Bahkan saat berusia 10 tahun, saya harus membantu bekerja sepulang sekolah ketika keluarga saya sedang mengalami masa sulit, jadi bayangkan saja seberapa besar saya memedulikan soal ‘tekanan’,” ujar Spalletti sebagaimana dikutip dari Football Italia, Rabu (16/9).

Lini Belakang Jadi Sorotan

Kondisi internal Juventus memang sedang memanas setelah kekalahan tipis 2-3 dari Sassuolo pada akhir pekan lalu. Kekalahan tersebut menyoroti rapuhnya lini pertahanan Bianconeri yang dinilai terlalu mudah ditembus oleh lawan.

Hasil negatif di markas Sassuolo tersebut memperpanjang tren kurang memuaskan Juventus. Pada pekan sebelumnya, mereka juga gagal mengamankan poin penuh setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu AC Milan.

Berdasarkan data klasemen Serie A hingga matchday keempat, Juventus kini tertahan di posisi kedelapan dengan koleksi tujuh poin. Mereka terpaut lima angka dari AS Roma yang kokoh di puncak klasemen dengan poin sempurna (12 poin). Situasi ini memicu spekulasi di media lokal Italia yang mulai mengaitkan posisi Spalletti dengan mantan pelatih Juventus, Antonio Conte.

Fokus pada Identitas Klub

Menanggapi rumor pemecatan dan isu pergantian pelatih, Spalletti memilih untuk tetap tenang. Ia menegaskan tidak ingin terpengaruh oleh narasi negatif yang berkembang di luar lapangan.

“Saya yang memutuskan apa yang harus saya perhatikan dan kapan memilih tidak, dan dalam kasus ini, saya memilih untuk tidak memikirkannya,” tegasnya.

Spalletti juga tidak terkejut dengan cepatnya tekanan datang meski musim baru berjalan empat pekan. Apalagi, Serie A sudah memakan “korban” dengan pemecatan Fabio Grosso di Fiorentina dan Domenico Tedesco di Bologna.

“Kami memiliki prioritas sendiri, yaitu memenangkan pertandingan dan menunjukkan jati diri kami sebagai Juventus,” tambah Spalletti.

Juventus memiliki kesempatan emas untuk memutus tren negatif saat beralih ke kompetisi Eropa. Bianconeri dijadwalkan menjamu wakil Belanda, NEC Nijmegen, pada matchday pertama fase grup Liga Europa.

Pertandingan tersebut akan digelar di Allianz Stadium pada Jumat (18/9) pukul 02.00 WIB. Kemenangan di laga perdana Eropa ini menjadi harga mati bagi Spalletti untuk meredam kritik sekaligus mengembalikan kepercayaan diri skuatnya sebelum kembali bertarung di liga domestik.







Pos Klub Main Poin
1 AS Roma 4 12
2 Inter Milan 4 12
8 Juventus 4 7

(Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *