Wamen PKP Fahri Hamzah Tekankan Pentingnya Ruang Publik di Kawasan Kumuh
Wamen PKP Fahri Hamzah mendorong penyediaan ruang publik di permukiman padat.(Dok. Perkim)

WAKIL Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menekankan pentingnya menghadirkan ruang publik di kawasan permukiman padat sebagai strategi utama penanganan kawasan kumuh di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau kawasan Kampung Lampion di bantaran Sungai Code, Kota Yogyakarta, Jumat (29/5).

Fahri menegaskan bahwa penataan kawasan pinggir sungai harus diarahkan agar menjadi asri, sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto melalui Gerakan Indonesia Asri. Menurutnya, ketiadaan tata ruang publik yang baik menjadi salah satu penyebab utama buruknya kualitas kawasan kumuh.

“Kawasan kumuh itu jeleknya karena public space-nya tidak ditata. Maka ke depan kawasan kumuh harus berhasil melahirkan ruang publik,” ujar Fahri Hamzah dilansir dari Antara.

Selain penataan ruang terbuka, Wamen PKP menawarkan konsep rumah panggung modern sebagai solusi hunian di perkotaan masa depan. Konsep rumah vertikal berbasis rumah panggung ini dinilai efektif menjawab tantangan keterbatasan lahan sekaligus mendukung upaya penataan kawasan sungai tanpa merusak ekosistem.

“Kita sangat membutuhkan public space untuk kesehatan mental masyarakat. Konsep rumah panggung itu sebenarnya rumah vertikal. Masa depan kota memang harus hidup vertikal karena tanah semakin terbatas,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Fahri memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Yogyakarta atas keberhasilannya menata kawasan Sungai Code serta mengendalikan persoalan sampah dan permukiman kumuh. Ia menyebut langkah konsolidasi lahan di sekitar Kali Code sebagai bentuk kepeloporan yang patut dicontoh oleh daerah lain.

“Saya diundang Pak Wali untuk melihat beberapa lokasi yang saya kira ini adalah kepeloporan dari Yogyakarta dalam melakukan konsolidasi lahan di sekitar sungai. Model seperti ini harus di-copy secara masif,” tambahnya.

Fahri mengingatkan bahwa penataan kawasan sungai di masa depan harus dilakukan dengan konsep yang adaptif terhadap dinamika lingkungan, termasuk memperhitungkan risiko banjir dan perubahan kondisi sungai guna menjamin keselamatan serta kenyamanan warga. (Ant/Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *