
UMAT Muslim di seluruh dunia segera menyambut hari raya Idul Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah. Sebelum merayakan hari raya kurban, terdapat dua puasa sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkad), yakni puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki keutamaan besar, di antaranya adalah penghapusan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi yang menjalankan puasa Arafah. Berikut adalah panduan lafadz niat Puasa Tarwiyah dan Arafah.
Puasa Tarwiyah dilaksanakan dua hari sebelum Idul Adha. Berikut adalah bacaan niatnya:
Lafadz Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
Puasa Arafah dilaksanakan bertepatan dengan waktu jemaah haji melakukan wukuf di Padang Arafah. Berikut adalah bacaan niatnya:
Lafadz Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Ketentuan Pelaksanaan
Niat puasa sunnah ini sebaiknya dilakukan pada malam hari atau saat makan sahur. Namun, karena merupakan ibadah sunnah, jika seseorang lupa berniat di malam hari, ia diperbolehkan berniat di pagi hari selama belum mengonsumsi makanan atau minuman apa pun sejak terbit fajar.
| Jenis Puasa | Waktu Pelaksanaan (Dzulhijjah) |
|---|---|
| Puasa Tarwiyah | 8 Dzulhijjah |
| Puasa Arafah | 9 Dzulhijjah |
(Z-10)
