Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp17.630, Menkeu Purbaya Pastikan Ekonomi Aman
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.630 per dolar AS. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa minta investor tidak panik.(Antara)

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat dan pelaku pasar tidak menyamakan pelemahan nilai tukar rupiah saat ini dengan situasi krisis moneter 1998. Meski nilai tukar terus tertekan, Menkeu menegaskan fondasi ekonomi nasional masih berada dalam posisi yang kokoh.

Berdasarkan data pasar uang pada Senin (18/5) pagi, nilai tukar rupiah bergerak melemah 33 poin atau 0,19 persen ke level Rp17.630 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.597.

Perbedaan Fundamental dengan 1998

Purbaya menjelaskan bahwa situasi saat ini sangat berbeda dengan tahun 1997-1998. Menurutnya, krisis masa lalu dipicu oleh kebijakan yang keliru dan ketidakstabilan sosial-politik setelah resesi panjang, sementara saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berjalan kencang.

“Kalau rupiah melemah, seolah-olah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Beda, 1998 itu kebijakannya salah dan ‘instability social-politic’ terjadi setelah setahun kita resesi,” kata Purbaya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Senin (18/5).

Intervensi dan Imbauan Investor

Sebagai langkah konkret, Kementerian Keuangan mulai hari ini masuk ke pasar obligasi dengan volume yang lebih signifikan. Langkah ini bertujuan menjaga harga surat utang negara agar investor tidak mengalami kerugian modal (capital loss).

Terkait penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 6.628, Menkeu justru melihatnya sebagai peluang investasi. “Investor pasar saham, kalau saya bilang, jangan takut serok bawah sekarang. Kalau saya lihat tekniknya, sehari dua hari udah balik. Jadi jangan lupa beli saham,” pungkasnya. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *