Studi Ungkap Makan Buah Utuh Jauh Lebih Menyehatkan Jantung Dibandingkan Minum Jus
ilustrasi(Magnific)

MENGONSUMSI buah segar secara utuh sering kali disarankan oleh para ahli gizi. Kini, sebuah studi berskala besar yang melibatkan lebih dari 371.000 partisipan di Amerika Serikat memberikan bukti kuat bahwa cara Anda mengonsumsi buah berdampak langsung pada risiko penyakit jantung.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Current Developments in Nutrition ini membandingkan kebiasaan konsumsi buah utuh dan jus buah 100 persen dengan rekam jejak kesehatan kardiovaskular masyarakat.

Temuan Utama Penelitian

Berdasarkan data dari survei kesehatan nasional AS (BRFSS), para peneliti mengelompokkan partisipan berdasarkan faktor risiko kardiovaskular seperti hipertensi, kolesterol tinggi, serta riwayat penyakit jantung (serangan jantung, stroke, atau angina).

Hasil analisis menunjukkan beberapa temuan menarik:

Konsumsi Jus Lebih Tinggi pada Kelompok Berisiko: Partisipan dengan tekanan darah tinggi serta mereka yang memiliki riwayat serangan jantung, stroke, atau angina justru melaporkan frekuensi minum jus buah yang lebih tinggi dibandingkan kelompok sehat. (Pengecualian hanya ditemukan pada penderita kolesterol tinggi yang minum jus lebih jarang).

Kurangnya Asupan Buah Utuh: Sebaliknya, orang-orang yang memiliki masalah kesehatan jantung maupun faktor risikonya tercatat lebih jarang mengonsumsi buah utuh.

Mengapa Buah Utuh Lebih Unggul?

Meskipun riset ini bersifat observasional dan belum bisa memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung, para ahli memiliki dugaan kuat mengenai perbedaannya. Ketika buah diperas menjadi jus, bagian penting seperti serat pada kulit dan daging buah (pulps) sering kali disaring atau dihilangkan.

Serat memegang peranan krusial dalam memperlambat penyerapan gula, menjaga kestabilan kolesterol, serta melindungi kesehatan pembuluh darah. Hilangnya serat dan dominannya kandungan gula bebas dalam jus kemasan atau jus saringan dikhawatirkan dapat memberikan beban lebih besar bagi metabolisme tubuh, yang pada gilirannya kurang optimal bagi perlindungan jantung.

Meskipun demikian, para ilmuwan menekankan perlunya penelitian lanjutan untuk memahami mekanisme pasti dan menemukan strategi efektif guna meningkatkan konsumsi buah utuh di tengah masyarakat.

(The Independent/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *