
TRANSFORMASI pembelajaran digital memungkinkan akses pembelajaran lebih luas tanpa terbatas ruang dan waktu. Siswa dapat belajar dari berbagai sumber termasuk platform daring, e-book, video interaktif, hingga kecerdasan buatan.
Di sisi lain, transformasi digital memberikan kemudahan bagi guru yang dapat menggunakan berbagai aplikasi untuk mengelola kelas, memberikan tugas, menganalisis perkembangan belajar siswa sehingga pendidikan pun jadi lebih efisien.
Ini dituangkan sejumlah dosen Program Studi Teknik Elektro Universitas Mercu Buana (UMB) dengan menjalankan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertema transformasi digital ruang kelas melalui konsep Smart Classroom di SMK YMIK Joglo, Jakarta Barat.
Dalam kegiatan itu, para dosen memberikan berbagai topik materi yang berfokus pada pemanfaatan teknologi modern untuk mendukung proses belajar mengajar lebih interaktif, efektif, dan terintegrasi.
Akhmad Wahyu Dani dan Yuliza misalnya mempresentasikan topik mengenai implementasi Smart Classroom berbasis Smart TV, kamera kelas, serta modul pembelajaran berbasis Internet of Things (IoT).
“Teknologi tersebut kami rancang guna menciptakan suasana pembelajaran lebih modern, terukur, dan mendukung interaksi lebih baik antara guru dan siswa,” kata Akhmad Wahyu Dani, salah satu dosen, Jumat (15/5/2026).
Pada sesi lainnya, Freddy Artadima Silaban bersama Ahmad Firdausi, membahas rancangan Smart Classroom berbasiskan pada database dan web.
Melalui sistem itu, guru dan siswa bisa mengakses materi pembelajaran, absensi, hingga evaluasi secara daring melalui berbagai perangkat, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan efisien.
Sementara itu, M Hafizd Ibnu Hajar dan Ketty Siti Salamah memaparkan materi tentang penerapan IoT, sensor cerdas, dan automasi ruang kelas sebagai pendukung transformasi pembelajaran digital.
“Pemanfaatan teknologi ini kami harap mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran sekaligus mempermudah pengajar dalam memantau kondisi kelas secara real time,” tuturnya.
Dia menerangkan seluruh topik yang diangkat dalam PkM ini mencerminkan kepedulian UMB terhadap kebutuhan transformasi teknologi di lingkungan sekolah kejuruan, khususnya wilayah Jakarta Barat. “SMK YMIK Joglo dipilih sebagai mitra lantaran kebutuhan sekolah ini dalam memodernisasi sistem pembelajaran dan infrastruktur pendidikan,” ujar Akhmad.
Dia menambahkan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga menghadirkan demonstrasi serta praktik langsung penggunaan teknologi Smart Classroom.
Guru dan siswa SMK YMIK Joglo berkesempatan melihat implementasi Smart TV terintegrasi, modul IoT sederhana, dan juga sistem manajemen kelas berbasis web.
“Melalui kegiatan PkM ini, UMB berharap implementasi Smart Classroom di SMK YMIK Joglo dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam menghadapi era pendidikan digital,” tutupnya. (H-2)
