
PEMERINTAH Filipina pada Jumat (15/5) bersumpah untuk menghentikan Senator Ronald ‘Bato’ Dela Rosa, pelaksana utama perang narkoba era mantan Presiden Rodrigo Duterte, agar tidak melarikan diri dari negara tersebut guna menghindari surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
Senator Dela Rosa, yang kini berstatus buron, nyaris ditangkap pada Senin lalu ketika ia mencari perlindungan di gedung Senat. Namun, ia dilaporkan meninggalkan lokasi tersebut tanpa pemberitahuan menuju lokasi yang tidak diketahui pada Kamis kemarin.
Peringatan Keras Departemen Kehakiman
Sekretaris Kehakiman Filipina, Fredderick Vida, mengonfirmasi bahwa Manila menerima surat perintah penangkapan untuk Dela Rosa dari ICC. Saat ini, pemerintah tengah menunggu putusan Mahkamah Agung Filipina terkait petisi sang senator yang menantang legalitas surat tersebut.
“Departemen Kehakiman akan menganggap setiap upaya Senator Bato Dela Rosa untuk meninggalkan negara ini sebagai penghinaan terhadap keadilan,” tegas Vida dalam konferensi pers.
Aparat penegak hukum dan petugas perbatasan diinstruksikan secara ketat. “Jika Senator Bato Dela Rosa mencoba meninggalkan negara, penangkapan yang sesuai harus segera dilakukan.”
Perlindungan Politik dan Rekam Jejak
Sebelumnya, Presiden Senat Alan Peter Cayetano sempat menghalangi agen pemerintah yang hendak menangkap sekutu politiknya tersebut pada Senin dengan memberikan perlindungan di dalam gedung Senat.
Dela Rosa menjabat sebagai Kepala Polisi Nasional Filipina dari 2016 hingga 2018, periode awal kampanye antinarkoba Duterte yang brutal. Setelah pensiun, ia terpilih menjadi senator selama dua masa jabatan berturut-turut sejak 2019. Pemantau hak asasi manusia mencatat bahwa tindakan keras tersebut menyebabkan ribuan orang tewas, mayoritas ialah pengguna narkoba dan pengedar kelas teri.
Menunggu Putusan Mahkamah Agung
Dela Rosa meminta Mahkamah Agung untuk menghentikan pemerintah dalam menegakkan surat perintah ICC tersebut. Ia menyatakan preferensinya untuk diadili di pengadilan Filipina jika memang harus menghadapi tuntutan hukum.
Kasus itu menyusul penangkapan mantan atasannya, Rodrigo Duterte, pada Maret tahun lalu. Duterte langsung diterbangkan ke Belanda pada hari yang sama dan saat ini ditahan di Den Haag untuk menunggu persidangan atas tuduhan serupa. (AFP/I-2)
