
COTTON Bud adalah alat kecil berbentuk stik yang di kedua ujungnya terdapat kapas lembut. Cotton bud biasanya digunakan untuk membersihkan bagian luar telinga, merapikan makeup, atau membersihkan area kecil yang sulit dijangkau.
Meskipun sering dipakai sehari-hari, cotton bud sebaiknya tidak digunakan untuk membersihkan bagian dalam telinga karena dapat mendorong kotoran lebih dalam dan berisiko melukai saluran telinga.
1. Kotoran telinga makin terdorong ke dalam
Alih-alih keluar, kotoran bisa terdorong lebih dalam dan menumpuk.
2. Sumbatan telinga
Penumpukan kotoran bisa menyebabkan telinga terasa penuh dan pendengaran menurun.
3. Luka pada saluran telinga
Dinding telinga dalam sangat sensitif, mudah lecet atau terluka.
4. Infeksi telinga
Luka kecil bisa menjadi jalan masuk bakteri.
5. Gendang telinga bisa robek
Jika terlalu dalam, cotton bud dapat merusak gendang telinga.
6. Nyeri pada telinga
Cedera ringan hingga serius bisa menimbulkan rasa sakit.
7. Pendengaran menurun sementara atau permanen
Jika terjadi kerusakan serius pada telinga bagian dalam.
8. Pusing atau vertigo
Karena telinga berhubungan dengan keseimbangan tubuh.
9. Iritasi kulit telinga
Gesekan cotton bud bisa membuat kulit telinga meradang.
10. Telinga berdenging
Bunyi denging terus-menerus bisa muncul setelah cedera.
11. Mendorong bakteri masuk lebih dalam
Meningkatkan risiko infeksi yang lebih serius.
12. Ketergantungan membersihkan telinga berlebihan
Telinga jadi terlalu sering dibersihkan padahal sebenarnya bisa membersihkan sendiri.
13. Menghilangkan lapisan pelindung alami telinga
Serumen sebenarnya melindungi telinga dari debu dan bakteri, jadi kalau dibersihkan berlebihan justru merugikan.
Telinga sebenarnya punya sistem pembersih alami. Jika terasa kotor atau tersumbat, lebih aman dibersihkan oleh tenaga medis atau cukup dibersihkan bagian luar saja. (Z-4)
Sumber: hellosehat, ciputrahospital
