
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta proses investigasi kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa dilakukan secara menyeluruh. Selain mengusut penyebab kejadian, pemerintah diminta memastikan seluruh hak keluarga korban mendapat perhatian dan dipenuhi dengan baik. Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas bersama jajaran pemerintah melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9).
Presiden meminta Kementerian Perhubungan segera berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) seraya menginstruksikan agar proses penyelidikan melibatkan unsur Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
“Tolong dikoordinasikan langkah-langkah selanjutnya bersama dengan Basarnas, juga pastikan hak-hak keluarga korban itu dipenuhi dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya juga saya minta investigasi yang mendalam dan objektif tentang kejadian tersebut,” ujar Prabowo seperti dikutip pada Kamis (17/9).
Dalam rapat itu, Kepala Basarnas Mohammad Syafi’i memaparkan perkembangan penanganan kecelakaan KMP Virgo Transport 8. Kapal tersebut diketahui bertolak dari Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, dengan membawa 243 penumpang serta 89 kendaraan.
Kapal berangkat pada 13 September 2026. Sekitar pukul 01.00, kapal menghadapi kondisi cuaca buruk yang ditandai gelombang tinggi dan hembusan angin kencang.
“Satu jam berikutnya dilaporkan kondisi kapal mengalami kemiringan berat, dan dalam satu jam berikutnya kapal sudah tidak bisa berkomunikasi. Pada pukul 04.10 Badan SAR Nasional mengaktifkan operasi SAR dan melalui Basarnas Command Center,” ujar Syafi’i.
Merespons laporan tersebut, Basarnas mengirimkan personel dan armada laut serta udara ke titik kejadian. Kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi juga ikut membantu proses penyelamatan.
Pada tahap awal operasi, sebanyak 108 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Petugas juga mengevakuasi enam korban yang dinyatakan meninggal dunia. Dengan demikian, total korban yang berhasil dievakuasi pada hari pertama mencapai 114 orang.
“Kami sampaikan mulai dari kapal MT Mauhau, kapal TB TCP, Haida, KM Cahaya Bahari, dan kapal Nelayan Sri Asih, telah berhasil mengevakuasi korban dengan jumlah 108 kondisi selamat dan 6 kondisi meninggal. Jadi total korban yang terevakuasi pada hari pertama sebanyak 114 korban,” tuturnya.
Memasuki hari keempat pencarian, Basarnas masih melanjutkan operasi dengan mengandalkan kekuatan dari sektor udara dan laut. Untuk memperluas pencarian di bawah permukaan air, tiga tim khusus juga telah dipersiapkan.
Operasi bawah air tersebut mendapat dukungan KRI Canopus dari Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), yang memiliki kemampuan untuk melakukan pencarian di bawah laut.
“Hari ini, memasuki hari keempat, operasi kami tetap melaksanakan, baik itu dari unsur udara, kemudian unsur laut, dan kami menyiapkan tiga tim untuk melaksanakan operasi sub underwater, di mana untuk unsur kapalnya sendiri, kami didukung oleh KRI yang memiliki kemampuan untuk underwater yaitu Pushidros, yaitu KRI Canopus. Kemudian dari tiga tim, kami kerahkan, yang pertama dari satu tim, dari Basarnas special group, kemudian dua tim dari TNI Angkatan Laut, yaitu dari pasukan katak dan penyelam khusus,” pungkas Syafi’i. (H-4)
