Otoritas Kolombia Bongkar Rekam Jejak Kunjungan Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell
Ghislaine Maxwell(AFP)

TABIR gelap aktivitas pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat, Jeffrey Epstein, di Amerika Selatan mulai terkuak. Otoritas imigrasi Kolombia, Selasa (12/5), mengungkapkan Epstein pernah mengunjungi negara tersebut tahun 2002 bersama kaki tangannya, Ghislaine Maxwell.

Kunjungan tersebut terjadi di masa pemerintahan mantan Presiden Andres Pastrana. Nama Pastrana sendiri telah beberapa kali muncul dalam dokumen rahasia yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS terkait jaringan kejahatan Epstein.

Detail Kunjungan yang Misterius

Pengungkapan ini bermula dari perintah pengadilan administratif di Cundinamarca yang menginstruksikan Migracion Colombia untuk membuka data perjalanan kedua sosok tersebut. Berdasarkan informasi yang dibagikan kepada media Casa Macondo, Epstein tercatat meninggalkan Bandara El Dorado Bogota menuju Miami pada 20 Juli 2002.

Namun, yang menjadi tanda tanya besar adalah tidak adanya catatan resmi mengenai waktu masuknya ke Kolombia. Hingga kini, belum diketahui berapa lama Epstein berada di sana atau aktivitas apa yang ia lakukan. Sementara itu, Ghislaine Maxwell tercatat masuk ke Kolombia pada 19 Maret 2007 dan meninggalkan negara itu menuju Panama tiga hari kemudian.

Presiden Kolombia saat ini, Gustavo Petro, turut bereaksi atas temuan ini melalui unggahan di media sosial X.

“Migracion Colombia mengonfirmasi bahwa Epstein berada di Kolombia selama masa pemerintahan Andres Pastrana,” tulis Petro.

Keterkaitan dengan Mantan Presiden Pastrana

Dalam berkas kasus Epstein yang telah dideklasifikasi, mantan Presiden Pastrana diketahui pernah menjadi penumpang pesawat pribadi Epstein pada tahun 2003. Sejumlah surat elektronik (email) yang ditemukan juga menunjukkan adanya hubungan dekat antara Pastrana dengan Epstein maupun Maxwell.

Bahkan, terdapat foto yang menunjukkan Pastrana bersama Maxwell pada tahun 2002, di mana keduanya mengenakan seragam Angkatan Udara Kolombia. Dalam email yang bocor, Maxwell sempat mengeklaim dirinya pernah menerbangkan helikopter militer Blackhawk di Kolombia dan melepaskan tembakan dari udara ke arah kelompok gerilya di Amazon.

Tanggapan Andres Pastrana

Menanggapi tudingan tersebut, Pastrana mengakui memang pernah bertemu dengan Epstein dan Maxwell dalam beberapa kesempatan. Namun, ia bersikeras bahwa pertemuan-pertemuan tersebut hanya bersifat formal.

Jeffrey Epstein meninggal di penjara tahun 2019 saat menunggu persidangan, setelah sebelumnya mengaku bersalah pada 2008 atas kasus prostitusi anak di bawah umur. Sementara itu, rekan setianya, Ghislaine Maxwell, kini tengah menjalani hukuman penjara 20 tahun di Amerika Serikat atas perannya dalam jaringan perdagangan seks Epstein.

Pengungkapan data imigrasi ini menambah panjang daftar keterlibatan para elit politik dunia dalam lingkaran kontroversi Jeffrey Epstein yang terus diselidiki hingga saat ini. (AFP/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *