Biaya Sistem
Laporan terbaru CBO mengungkap biaya pengembangan sistem pertahanan rudal “Golden Dome” Donald Trump membengkak jauh dari perkiraan awal.(White House)

AMBISI Presiden Donald Trump untuk menyelimuti Amerika Serikat dengan sistem pertahanan rudal futuristik bernama “Golden Dome” menghadapi tantangan finansial yang luar biasa. Laporan terbaru dari lembaga non-partisan, Congressional Budget Office (CBO), memperkirakan total biaya pengembangan, penempatan, hingga operasional sistem ini akan mencapai angka fantastis sebesar US$1,2 triliun (sekitar Rp18.800 triliun) dalam dua dekade ke depan.

Angka ini jauh melampaui estimasi awal yang dialokasikan pemerintah sebesar US$175 miliar. Menurut laporan yang dirilis Selasa tersebut, biaya akuisisi saja diperkirakan menembus US$1 triliun. Biaya tersebut mencakup lapisan pencegat rudal serta sistem peringatan dan pelacakan berbasis ruang angkasa.

Ambisi Melawan Ancaman “Generasi Baru”

Sistem “Golden Dome” dirancang untuk melindungi seluruh daratan Amerika Serikat dari berbagai ancaman udara, termasuk rudal balistik dan rudal jelajah. Hanya beberapa hari setelah kembali ke Gedung Putih pada Januari lalu, Trump langsung meluncurkan rencana ini sebagai jawaban atas ancaman udara “generasi baru” yang kian intens.

Tahun lalu, Trump menyebutkan bahwa program ini hanya membutuhkan investasi awal sebesar US$25 miliar, dengan total biaya jangka panjang sebesar US$175 miliar. Namun, fakta di lapangan menunjukkan kebutuhan dana yang jauh lebih besar.

Kritik Tajam dari Oposisi

Estimasi biaya yang membengkak ini langsung memicu reaksi keras dari kalangan Demokrat. Senator Jeff Merkley, yang meminta laporan estimasi tersebut, melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan ini.

“Apa yang disebut Presiden sebagai ‘Golden Dome’ hanyalah pemberian besar-besaran bagi kontraktor pertahanan yang seluruh biayanya dibayar rakyat pekerja Amerika,” tegas Merkley, Selasa (12/5).

Hingga saat ini, pihak Gedung Putih dan Pentagon belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.

Diragukan Secara Teknis

Selain masalah biaya, efektivitas sistem ini juga menjadi perdebatan. Banyak pihak meragukan apakah Amerika Serikat mampu membangun sistem pertahanan yang benar-benar menyeluruh untuk wilayah daratan yang begitu luas. Sejumlah pejabat memperingatkan bahwa teknologi pertahanan yang ada saat ini sudah tertinggal dibandingkan senjata canggih milik lawan.

Bahkan, laporan CBO memperingatkan sistem ini tetap berisiko “kewalahan” jika menghadapi serangan skala penuh dari negara adidaya seperti Rusia atau Tiongkok.

Trump sendiri tetap optimis sistem ini akan menjadi benteng pertahanan yang tak tertembus. Ia mengklaim “Golden Dome” akan didukung teknologi mutakhir di darat, laut, hingga ruang angkasa.

“Sistem ini mampu mencegat rudal yang diluncurkan dari sisi lain dunia, atau bahkan yang diluncurkan dari ruang angkasa,” ujar Trump tahun lalu.

Meskipun digadang-gadang sebagai solusi atas “ancaman paling katastropik” bagi Amerika, masa depan “Golden Dome” kini dibayangi oleh perdebatan panas mengenai anggaran negara dan kelayakan teknis di masa depan. (BBC/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *