Transformasi Digital Baznas Perkuat Tata Kelola dan Kepercayaan Muzaki
ilustrasi(Antara)

Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan Baznas RI, Rizaludin Kurniawan, menegaskan bahwa transformasi digital merupakan pilar krusial dalam penguatan pengelolaan zakat nasional. Pemanfaatan teknologi dinilai menjadi kunci untuk menghadirkan layanan yang mudah diakses sekaligus memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap lembaga.

“Digitalisasi bukan hanya soal mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga upaya memperkuat tata kelola agar pengelolaan zakat berjalan lebih efektif, efisien, dan akuntabel,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10).

Rizaludin menambahkan, fokus utama pengembangan strategi digital Baznas adalah pengalaman masyarakat saat berinteraksi dengan layanan mereka. Penyempurnaan sistem dilakukan secara berkelanjutan guna menjamin kemudahan, kenyamanan, serta keamanan dalam menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).

“Kepercayaan publik merupakan fondasi utama. Inovasi digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan dan tata kelola yang profesional,” imbuhnya.

Strategi Ekosistem Digital Fundraising

Senada dengan hal tersebut, Kepala Divisi Pengumpulan Digital Baznas RI, Fahrudin, menjelaskan bahwa strategi digital fundraising saat ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan, seperti perjalanan muzaki yang tersebar di berbagai kanal hingga tantangan retensi data.

“Tantangan kami adalah mengubah berbagai kanal digital menjadi sebuah ekosistem yang saling terhubung dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi muzaki,” jelas Fahrudin.

Strategi tersebut diimplementasikan melalui empat arah utama:

  • Scale the Reach: Memperluas jangkauan pengumpulan.
  • Scale the Participation: Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam gerakan fundraising.
  • Scale the Conversion: Memanfaatkan data untuk meningkatkan efektivitas donasi.
  • Scale the Experience: Membangun pengalaman digital yang terintegrasi.

Kolaborasi Multiplatform

Dalam praktiknya, Baznas telah mengembangkan multiplatform digital fundraising dengan menggandeng lebih dari 100 aplikasi online. Langkah ini memastikan masyarakat dapat menunaikan ZIS melalui berbagai titik interaksi digital yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Fahrudin menekankan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak hanya diukur dari volume interaksi, tetapi dari kemampuan membangun hubungan jangka panjang dengan muzaki. “Yang kami bangun adalah ekosistem yang memungkinkan lebih banyak orang dan komunitas menciptakan dampak sosial yang nyata melalui data dan transaksi yang transparan,” tuturnya. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *