
PERSIAPAN infrastruktur untuk menyambut fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) terus dimatangkan. Transformasi signifikan terlihat pada fasilitas jemaah, mulai dari aspek keamanan, kenyamanan ruang tinggal, hingga sanitasi. Fase puncak ibadah haji 2026 dijadwalkan dimulai pada 8 Zulhijah atau 25 Mei 2026
Pantauan Tim Media Center Haji (MCH), Kamis (7/5), di gerbang markaz di Padang Arafah, lorong-lorong antar-tenda kini telah dipasangi kamera pengawas CCTV untuk menjamin keamanan jemaah selama 24 jam.
Dari sisi kenyamanan, terdapat perubahan struktur dasar pada tenda jemaah.
Permukaan tanah gurun dilapisi struktur lantai tambahan yang cukup tebal sebelum ditutup karpet dan kasur. Konstruksi ini dirancang khusus untuk memastikan permukaan lantai tetap rata sekaligus efektif menghalau rambatan hawa panas dari bawah tanah
Di atas hamparan alas tersebut, tumpukan kasur busa baru yang cukup tebal di atas karpet yang empuk telah disiapkan untuk segera didistribusikan.
Setiap jemaah dipastikan mendapatkan hak satu kasur busa baru, lengkap dengan bantal, seprai, dan selimut. Untuk memitigasi suhu ekstrem di siang hari, penyelenggara menyiagakan dua hingga tiga unit pendingin ruangan (AC) di setiap tenda.
Solusi Antrean Toilet
Sektor sanitasi yang kerap menjadi titik krusial juga mendapat pembaruan signifikan. Selain penyediaan kloset jongkok dan duduk, toilet kini dilengkapi tangga serta jalur khusus ramah disabilitas.
Terobosan paling menonjol tahun ini adalah pemasangan rangka urinoir di luar bilik toilet bagi para jemaah pria. Fasilitas ini menjadi solusi untuk memecah kepadatan antrean, sehingga jemaah yang hanya ingin buang air kecil tidak perlu mengantre di bilik utama.
Setelah meninjau Arafah, pengecekan juga dilakukan di kawasan Mina. Petugas memeriksa secara teliti kesiapan kasur dan fasilitas mabit (menginap), serta memberikan catatan evaluasi kepada pihak syarikah (perusahaan penyedia layanan) untuk segera ditindaklanjuti.
“Pada saat awal kita melakukan pengecekan progres ya baru sampai mencapai sekitar 60%, hari ini alhamdulillah sudah sangat luar biasa perubahannya,” kata Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam), Muftiono, saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH).
Segala kekurangan minor di lapangan telah dicatat untuk segera dieksekusi sebelum pergerakan jemaah dimulai
“Melihat perkembangan itu, saya optimistis bahwa target H-5 (persiapan) 100% bisa terwujud,” tegas Muftiono.
Komitmen pembenahan infrastruktur ini menjadi bukti kesiapan petugas dalam melayani tamu Allah. Kenyamanan fasilitas fisik diharapkan mampu mendukung kekhusyukan jemaah dalam beribadah. (E-3)
