
ATLET tunggal putra teqball Indonesia, Yoga Ardika Putra, mempersembahkan medali perunggu pada ajang Asian Games 2026 usai berjuang di Nagoya City Higashi Sports Center, Nagoya, Jepang, Minggu (20/9). .
Keberhasilan ini terasa sangat istimewa karena medali perunggu yang diraih Yoga merupakan raihan medali perdana bagi Indonesia dari cabang olahraga teqball, mengingat cabang tersebut baru pertama kali dipertandingkan sebagai debut resmi dalam sejarah Asian Games edisi kali ini.
“Tentu rasanya senang bisa dapat medali di Asian Games. Ini pencapaian yang luar biasa. Perjuangan kita di Indonesia terbayar di Asian Games ini,” ungkap Yoga dengan penuh rasa syukur usai pertandingan dikutip dari Antara, Minggu (20/9).
Prestasi gemilang yang ditorehkan Yoga di nomor Men’s Singles ini sekaligus menandai tonggak sejarah baru bagi perkembangan teqball di tanah air. Capaian perdana di kancah multievent internasional ini diharapkan mampu menjadi momentum penting untuk membuka peluang pengembangan pembinaan teqball secara lebih luas dan masif di Indonesia ke depannya.
Yoga mengungkapkan bahwa keberhasilannya menembus podium dan mewujudkan target medali tidak terlepas dari kerja keras, proses latihan panjang, serta perjuangan intensif yang telah dilaluinya sebelum bertolak ke Jepang.
Ia berharap prestasi awal ini dapat menjadi pelecut semangat bagi pemangku kebijakan olahraga nasional untuk memberikan perhatian lebih. “Dengan hasil kita, target medali ini tercapai. Ke depannya, semoga mendapat dukungan penuh untuk federasi teqball di Indonesia agar ke depannya lebih berkembang,” ujar Yoga.
Keberhasilan merengkuh medali perunggu Asian Games 2026 ini juga didedikasikan secara khusus oleh Yoga kepada pihak keluarga tercinta yang selama ini senantiasa mendampingi dan memberikan dukungan penuh terhadap perjalanan kariernya sebagai atlet profesional.
“Medali ini untuk keluarga, sebetulnya. Keluarga tentu mendukung 100 persen apa yang saya lakukan, tentunya dalam hal yang positif. Dalam hal ini, berlatih di teqball, ya didukung 100 persen,” tutur Yoga penuh haru.
Meski sukses mencatatkan sejarah dengan membawa pulang medali perunggu pada debut teqball di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, atlet muda berbakat ini tidak cepat berpuas diri. Ia menegaskan tekadnya untuk terus berlatih keras dan mengincar prestasi yang lebih tinggi pada kejuaraan-kejuaraan internasional berikutnya. “Tentu, akan terus berjuang, raih medali emas pada kesempatan lainnya,” pungkasnya.
(Ant/P-4)
