Trump Tangguhkan Project Freedom di Selat Hormuz setelah 50 Jam
Selat Hormuz.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan mengumumkan penangguhan operasi militer yang baru saja diluncurkan untuk mengawal kapal-kapal dagang di Selat Hormuz. Keputusan ini diambil hanya 50 jam setelah pengumuman resmi Project Freedom yang bertujuan membuka kembali jalur pelayaran vital tersebut.

Penangguhan itu memicu tanda tanya besar mengingat Selat Hormuz merupakan jalur krusial bagi 20% pasokan minyak dan gas dunia. Ketegangan di wilayah tersebut menyebabkan lonjakan harga energi global dan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi.

Kronologi 50 Jam Project Freedom

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut lini masa peristiwa yang terjadi selama dua hari operasi tersebut berlangsung:

Minggu: Pengumuman Gerakan Kemanusiaan

Melalui platform Truth Social, Minggu (3/5), Trump mengumumkan peluncuran Project Freedom sebagai upaya mengawal kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz. Ia menyebut langkah ini sebagai isyarat kemanusiaan dan mengeklaim adanya diskusi positif dengan pihak Iran. Saat itu, diperkirakan ada sekitar 1.000 kapal dengan 20.000 pelaut yang terdampar di kawasan tersebut.

Senin: Eskalasi di Perairan

Komando Pusat AS (Centcom) mulai mengerahkan kekuatan besar yang melibatkan kapal perusak rudal, lebih dari 100 pesawat, dan 15.000 personel, Senin (4/5). Meski dua kapal berbendera AS dilaporkan berhasil melintas, situasi di lapangan tetap mencekam:

  • AS mengeklaim menyerang tujuh kapal cepat Iran.
  • Media Iran melaporkan dua kapal kargo kecil terkena serangan yang menewaskan lima warga sipil.
  • Emirat Arab melaporkan serangan terhadap kapal tanker milik Adnoc dan kebakaran di pelabuhan minyak Fujairah.

Selasa: Optimisme Pejabat vs Realita Penangguhan

Hanya beberapa jam sebelum penangguhan diumumkan, Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Sekretaris Negara Marco Rubio masih menyuarakan optimisme tinggi di Pentagon dan Gedung Putih, Selasa (5/5). Hegseth menyatakan bahwa AS memimpin dengan kekuatan dan kejelasan tujuan.

Namun, pada Selasa malam waktu setempat, Trump mengunggah pesan bahwa Project Freedom ditangguhkan untuk sementara waktu. Ia beralasan telah tercapai kemajuan besar menuju kesepakatan dengan Iran melalui kesepakatan bersama (mutual agreement).

Catatan Keamanan: Sektor asuransi dan pemilik kapal yang dikutip oleh Lloyd’s List menyatakan bahwa Project Freedom belum memberikan perlindungan yang cukup kredibel untuk melanjutkan transit secara normal. Volume pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan terus menurun seiring meningkatnya kekhawatiran keamanan.

Dampak Global dan Ketidakpastian

Keputusan mendadak ini menambah ketidakpastian di pasar komoditas. Meskipun Trump mengeklaim ada potensi kesepakatan dengan Teheran, serangan terhadap kapal milik grup Prancis CMA CGM yang terjadi sesaat sebelum pengumuman penangguhan menunjukkan bahwa risiko di Selat Hormuz masih sangat tinggi. (BBC/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *