Lautaro Martinez Tak Menyesal Pernah Kritik Rekan Setim dan Akui Butuh Sosok Chivu
Usai Inter Milan resmi mengunci gelar Scudetto, Lautaro Martinez bicara blak-blakan soal pergantian pelatih dari Inzaghi ke Chivu dan kritik tajamnya kepada rekan setim.(Inter Milan)

INTER Milan resmi mengunci gelar juara Serie A musim ini setelah menumbangkan Parma dengan skor 2-0 di San Siro. Kemenangan yang dipastikan lewat gol Marcus Thuram dan Henrikh Mkhitaryan ini membawa atmosfer emosional bagi sang kapten, Lautaro Martinez, yang merefleksikan perjalanan berliku timnya menuju tangga juara.

Keberhasilan ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Nerazzurri. Untuk pertama kalinya dalam 37 tahun, Inter berhasil merayakan kepastian Scudetto tepat di hadapan pendukungnya sendiri di San Siro. Selain itu, mereka tampil dominan dengan mencetak lebih dari 100 gol sepanjang musim ini.

Perjalanan Inter musim ini sempat diwarnai ketegangan setelah kegagalan musim lalu dan kepergian Simone Inzaghi. Penunjukan Cristian Chivu yang awalnya diragukan karena minim pengalaman di Serie A, ternyata menjadi kunci kebangkitan tim, terutama menjelang Piala Dunia Antarklub.

Lautaro mengakui bahwa perubahan di kursi kepelatihan adalah hal yang krusial bagi psikologis pemain.

“Pelatih (Chivu) bekerja sangat baik dengan membawa energi segar dan antusiasme. Setelah empat tahun yang hebat bersama Simone, mungkin kami memang butuh perubahan suasana usai Final Champions League itu. Chivu memastikan semua orang merasa terlibat dan bahkan bisa berlatih dengan senyuman, itu sangat membantu,” ujar Lautaro kepada DAZN Italia.

Kritik Tajam untuk Rekan Setim

Selain soal teknis pelatih, Lautaro juga sempat menjadi sorotan karena kritik pedasnya secara terbuka kepada rekan setimnya, termasuk Hakan Calhanoglu, di awal musim. Namun, pemain asal Argentina ini mengaku tidak menyesali kata-katanya.

“Apa yang saya katakan saat itu adalah apa yang saya rasakan dan sudah saya pendam di dalam hati. Saya tidak merencanakannya, saya hanya melihat beberapa hal yang tidak saya sukai, dan saya mengatakan apa yang saya pikirkan,” tegas Lautaro.

Ia menambahkan bahwa kejujuran tersebut justru membuahkan hasil manis berupa persatuan tim yang solid.

“Kami merasa sangat bahagia sekarang. Tidak mudah untuk memulai kembali setelah musim di mana kami kehilangan semua kompetisi yang kami ikuti tepat di akhir, tetapi saya sangat senang hari ini dengan pencapaian ini,” lanjutnya.

Coppa Italia

Meski Scudetto sudah di tangan, ambisi Lautaro Martinez tidak berhenti. Inter berpeluang meraih gelar ganda (Double) saat menghadapi Lazio di Final Coppa Italia pada 13 Mei mendatang.

“Masih ada ruang di lemari trofi! Ini adalah mentalitas saya dan juga Inter, jadi saya sangat bangga mengenakan jersei ini,” tutup pemain yang juga tengah berburu gelar Capocannoniere (pencetak gol terbanyak) tersebut.

Kemenangan ini sekaligus membuktikan konsistensi Inter di level domestik maupun Eropa, setelah berhasil menembus dua Final Liga Champions dalam tiga tahun terakhir. Bagi Lautaro, kunci kesuksesan musim ini adalah fokus dan persatuan grup di tengah liga yang sangat kompetitif. (Football-Italia/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *