Menjadikan Sorong Lebih dari Sekadar Gerbang Menuju Raja Ampat
Ilustrasi(Antara)

SETIAP perjalanan memiliki sebuah pintu. Bagi siapa pun yang ingin mengenal Papua dari sisi baratnya, pintu itu bernama Sorong. Kota yang selama ini identik sebagai tempat persinggahan menuju Raja Ampat tersebut kini berupaya membangun identitas baru: menjadi wajah pertama pariwisata Papua. Pemerintah Kota Sorong ingin memastikan bahwa pesona timur Indonesia tidak hanya berada di ujung perjalanan, tetapi juga di gerbang yang menyambut mereka sejak awal.

Langkah nyata dalam mewujudkan visi tersebut ditandai dengan pembukaan Kegiatan Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Orang Asli Papua (OAP) dalam Mengelola Destinasi Pariwisata Kota Sorong. Acara yang berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026, ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Sorong, Anshar Karim, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Sorong, Zikri Atiqi Helmi.

Transformasi Sorong: Dari Persinggahan Menjadi Destinasi Utama

Selama puluhan tahun, Sorong hanya dianggap sebagai titik transit. Wisatawan mendarat di Bandara Domine Eduard Osok, lalu segera menuju pelabuhan untuk menyeberang ke Raja Ampat. Padahal, sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat Daya, Sorong memiliki kekayaan yang belum sepenuhnya terjamah oleh arus utama pariwisata.

Ansharmenekankan bahwa sektor pariwisata kini telah menjadi sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, potensi besar mulai dari wisata alam, budaya, sejarah, hingga bahari tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

“Potensi wisata yang besar tidak akan memberikan manfaat yang optimal apabila tidak didukung oleh SDM yang berkualitas, terampil, serta memiliki kemampuan dalam mengelola destinasi wisata secara profesional dan berkelanjutan,” ujar Anshar Karim dalam sambutannya.

Pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP) sebagai Subjek Pembangunan

Fokus utama dari kegiatan ini adalah memastikan bahwa masyarakat lokal, khususnya Orang Asli Papua (OAP), tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pembangunan pariwisata. Pemerintah Kota Sorong mendorong keterlibatan aktif OAP sebagai pengelola destinasi yang inovatif dan berdaya saing.

Beberapa poin penting dalam penguatan kapasitas ini meliputi:

  • Manajemen Destinasi Profesional: Melatih pengelola lokal untuk menerapkan standar pelayanan yang tinggi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
  • Pengembangan Ekonomi Kreatif: Mendorong penciptaan nilai tambah melalui produk-produk lokal yang berbasis pariwisata.
  • Keberlanjutan Lingkungan: Menanamkan kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan destinasi sebagai tanggung jawab bersama.

Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat merupakan salah satu langkah strategis untuk mewujudkan visi besar Pemerintah Kota Sorong. Dengan mengintegrasikan konsep pariwisata berkelanjutan, Sorong diharapkan mampu memperkuat citranya sebagai destinasi unggulan di Papua Barat Daya, bukan sekadar bayang-bayang Raja Ampat.

Zikri menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku wisata lokal sangat krusial. Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir jejaring kerja sama yang kuat antar-pengelola destinasi untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat ekosistem pariwisata kota. (MS/I-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *