4.000 Pelari Siap Taklukkan Jalur Ekstrem Arjuno-Welirang di Ajang Trail Run Mantra116
Ilustrasi(Dok Istimewa)

TREN olahraga lari yang terus berkembang di Indonesia turut mendorong pertumbuhan sport tourism sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Melihat potensi tersebut, ajang trail run Mantra116 kembali digelar dengan target tidak hanya menghadirkan kompetisi berstandar internasional, tetapi juga memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi lokal di kawasan Arjuno-Welirang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Hal ini sejalan dengan upaya pengembangan sport tourism yang terus didorong Kementerian Pariwisata melalui berbagai event berbasis alam dan olahraga.

Memasuki penyelenggaraan ke-10, Mantra116 akan berlangsung pada 3–5 Juli 2026 di Kaliandra Resort dengan menghadirkan enam kategori lomba, mulai dari 10 kilometer hingga kategori ultra trail 116 kilometer yang melintasi Gunung Arjuno dan Gunung Welirang.

Event Director Mantra116 Heru Prabowo mengatakan penyelenggara memprioritaskan aspek keselamatan dan kenyamanan peserta seiring meningkatnya jumlah pelari yang mengikuti ajang tersebut.

“Di tahun ini kita fokus untuk menjaga keamanan dan kenyamanan yang akan race. Kita sengaja memisahkan jam race agar tidak terjadi kemacetan di lintasan yang sekiranya menyempit. Selain itu di jalur berbahaya kita memperbanyak marking yang lebih jelas lagi,” ujar Heru, Minggu (28/6/2026).

Menurut Heru, peningkatan kualitas penyelenggaraan menjadi bagian penting untuk menjaga reputasi Mantra116 sebagai salah satu ajang trail run terbesar di Indonesia sekaligus memperkuat daya tariknya di mata pelari internasional.

Antusiasme peserta pun terus meningkat. Jika pada penyelenggaraan 2025 jumlah peserta mencapai sekitar 2.700 pelari, tahun ini jumlahnya melonjak menjadi sekitar 4.000 peserta.

Lonjakan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat komunitas trail running terhadap lintasan Arjuno-Welirang yang dikenal memiliki karakter teknikal dengan tanjakan panjang, jalur vulkanik, serta perubahan cuaca yang menantang.

Tak hanya menjadi ajang olahraga, Mantra116 juga memberi kontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Berdasarkan penyelenggaraan tahun lalu, sektor penginapan, transportasi lokal, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menikmati peningkatan aktivitas ekonomi selama event berlangsung.

Pada penyelenggaraan 2025, sedikitnya 20 tenant UMKM terlibat dengan menawarkan berbagai produk kuliner dan kerajinan khas daerah. Kehadiran ribuan peserta beserta keluarga dan pendamping turut meningkatkan okupansi hotel, homestay, layanan transportasi, hingga sektor hiburan lokal.

Melihat tren kenaikan jumlah peserta pada tahun ini, penyelenggara optimistis nilai perputaran ekonomi dapat melampaui capaian sekitar Rp7,3 miliar yang dibukukan pada penyelenggaraan sebelumnya. Selain berdampak pada ekonomi lokal, Mantra116 juga semakin mendapat pengakuan di tingkat internasional. Ajang ini telah terdaftar dalam kalender International Trail Running Association (ITRA) sehingga hasil lomba peserta tercatat dalam basis data internasional.

Event ini juga masuk dalam skema UTMB Index, yang membuka peluang bagi peserta untuk mengikuti berbagai kompetisi trail run bergengsi dalam jaringan UTMB World Series.

Sebagai bagian dari pengembangan sport tourism, penyelenggara juga mendorong peserta untuk mengeksplorasi destinasi wisata di sekitar kawasan Arjuno-Welirang. Sejumlah lokasi seperti Wisata Agro Lembah Kecubung, Air Terjun Kakek Bodo, hingga Pantai Lekok jadi alternatif wisata yang dapat dikunjungi peserta bersama keluarga sebelum maupun sesudah perlombaan.

“Dengan memadukan olahraga, wisata alam, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, kami berharap Mantra116 tidak hanya jadi ajang kompetisi trail run, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan kunjungan wisatawan, promosi destinasi, serta perluasan peluang usaha bagi masyarakat lokal,” pungkas Heru. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *