
SAFARI politik yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dinilai menjadi penanda bahwa pengaruh politiknya belum benar-benar memudar. Meski tidak lagi memegang kekuasaan, basis pemilih Jokowi disebut masih menjadi faktor penting dalam persaingan menuju Pemilu 2029, terutama di Pulau Jawa.
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara mengatakan, kekuatan elektoral Jokowi masih diperhitungkan karena mampu menjadi pendulang suara bagi pihak-pihak yang memiliki kedekatan dengannya.
“Basis pemilih Jokowi menjadi faktor penting dalam persaingan politik menuju Pemilu 2029, khususnya di Pulau Jawa. Ini artinya meskipun Jokowi sudah tidak punya power, tetapi dianggap masih memiliki pengaruh, terutama sebagai pendulang suara bagi PSI dan tentu saja Gibran di Pemilu 2029,” kata Igor saat dihubungi, Senin (29/6).
Menurutnya, pengaruh tersebut juga tidak terlepas dari karakter pemilih di Indonesia yang masih memiliki tingkat loyalitas terhadap partai politik yang relatif rendah.
“Apalagi party ID dalam konteks pemilu di Indonesia masih sangat tergolong rendah antara 10%-20%,” ujarnya.
Igor menilai safari politik yang dilakukan Jokowi berkaitan dengan kebutuhan politik orang-orang terdekatnya. Ia berpandangan PSI maupun anak-anak Jokowi belum mampu mendongkrak elektabilitas secara mandiri sehingga masih membutuhkan efek elektoral dari sosok mantan presiden tersebut.
“Safari politik dilakukan oleh Jokowi karena PSI dan anak-anaknya seperti Kaesang dan Gibran tidak cukup mampu mengangkat elektabilitasnya sendiri, begitu juga PSI. Tingkat kesukaan (akseptabilitas) mereka juga bergantung dari bapaknya,” ungkapnya.
Kondisi tersebut, lanjut Igor, menunjukkan bahwa Jokowi masih dipandang memiliki magnet politik yang kuat di tengah masyarakat. Hal itu terlihat dari langkahnya yang tetap aktif membangun komunikasi politik, meski sebelumnya sempat menyampaikan keinginan untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih pribadi usai menyelesaikan masa jabatan sebagai presiden.
“Di akhir masa jabatannya sebagai Presiden, Jokowi pernah mengatakan akan kembali ke Solo, fokus ngemong cucu. Faktanya, safari politik justru menjadi perhatiannya. Mungkin sudah, tapi belum,” tutur Igor. (E-4)
