
KESEHATAN ginjal pada anak kini menjadi perhatian serius bagi para orangtua. Seiring dengan meningkatnya temuan kasus gangguan ginjal pada usia dini, upaya pencegahan melalui kebiasaan sehari-hari menjadi kunci utama.
Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi dari Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Henny Adriani Puspitasari, Sp.A., Subsp.Nefro, memperkenalkan sebuah panduan praktis yang mudah diingat, yaitu prinsip “SAHABAT Ginjal“.
Dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, dikutip Minggu (21/6), Henny, yang juga merupakan anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menekankan bahwa menjaga kesehatan ginjal tidak perlu menunggu munculnya gejala medis. Langkah preventif dapat dimulai langsung dari rumah dengan pola hidup yang teratur.
“Salah satu cara yang mudah diingat adalah prinsip SAHABAT Ginjal. Penerapan prinsip ini dapat membantu orang tua membangun kebiasaan hidup sehat yang mendukung fungsi ginjal anak hingga mereka dewasa nanti,” ujar dr. Henny.
Mengenal Akronim SAHABAT Ginjal
Prinsip SAHABAT merupakan rangkaian langkah strategis yang mencakup asupan nutrisi, aktivitas fisik, hingga pengawasan medis secara berkala. Berikut adalah rincian dari panduan tersebut:
| Huruf | Prinsip | Tindakan Nyata |
|---|---|---|
| S | Sediakan Cairan Cukup | Memastikan anak minum air putih sesuai dengan kebutuhan usianya. |
| A | Atur Pola Makan | Diet rendah garam, perbanyak buah dan sayur, serta batasi makanan tinggi natrium. |
| H | Hidup Aktif | Rutin berolahraga dan memperbanyak aktivitas fisik bersama keluarga. |
| A | Awasi Tekanan & Gula Darah | Melakukan deteksi dini faktor risiko penyakit ginjal pada anak. |
| B | Bijak Gunakan Obat | Hindari pemberian obat, jamu, atau suplemen tanpa anjuran tenaga kesehatan. |
| A | Aman dari Asap Rokok | Menjauhkan anak dari paparan asap rokok (perokok pasif maupun aktif). |
| T | Tes Fungsi Ginjal | Pemeriksaan berkala bagi anak dengan faktor risiko (prematur, obesitas, hipertensi). |
Pentingnya Deteksi Dini dan Gaya Hidup
Dokter lulusan Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa gaya hidup aktif sangat krusial untuk menjaga berat badan ideal. Hal ini secara langsung menurunkan risiko penyakit komorbid yang dapat merusak fungsi ginjal. Selain itu, ia memberikan peringatan keras mengenai penggunaan obat-obatan yang tidak terkontrol.
“Orangtua harus bijak. Beberapa zat dalam obat atau suplemen yang diberikan sembarangan dapat membebani kerja ginjal anak,” tegasnya. Paparan asap rokok juga disoroti karena dapat merusak pembuluh darah yang berhubungan erat dengan kesehatan sistem ekskresi.
Bagi anak-anak yang memiliki riwayat khusus, seperti lahir prematur atau memiliki kondisi obesitas, Henny menyarankan agar pemeriksaan fungsi ginjal dilakukan secara rutin. Langkah ini diambil agar jika ditemukan indikasi gangguan, penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. (Ant/Z-1)
Menjaga kesehatan ginjal anak adalah investasi jangka panjang. Dengan menerapkan prinsip SAHABAT, orang tua telah memberikan perlindungan terbaik bagi masa depan buah hati.
