
HARGA minyak mentah dunia mencatatkan penurunan tajam pada perdagangan Senin (15/6/2026). Melemahnya harga komoditas energi ini dipicu oleh meredanya kekhawatiran gangguan pasokan global menyusul kabar kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Berdasarkan data pasar yang dihimpun per hari ini, patokan minyak mentah Brent Crude kini diperdagangkan di kisaran US$83,05 hingga US$83,79 per barel. Angka tersebut menunjukkan koreksi signifikan antara 4% hingga 14,8% dibandingkan posisi sebelumnya, tergantung pada rujukan bursa yang digunakan.
Kondisi serupa terjadi pada West Texas Intermediate (WTI) Crude. Harga minyak mentah AS ini berada di level US$80,47 hingga US$80,95 per barel, atau mengalami penurunan tajam dalam rentang 4,6% hingga 15,3%.
Data live dari OilPrice.net mencatat WTI berada di posisi US$80,47 dan Brent di US$83,05 per barel. Sementara itu, laporan Investing.com mencatat angka yang sedikit berbeda namun tetap dalam tren menurun, yakni Brent di level US$83,79 dan WTI di US$80,95 per barel.
Sentimen utama yang menekan harga minyak hari ini adalah harapan akan stabilitas di Timur Tengah. Kabar mengenai kesepakatan damai AS-Iran memberikan sinyal positif bagi pasar energi, terutama terkait harapan pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh.
Selat Hormuz merupakan jalur logistik paling krusial di dunia untuk pengiriman minyak mentah. Kepastian keamanan di jalur tersebut dinilai mampu menjamin kelancaran distribusi pasokan global, sehingga premi risiko yang sebelumnya melambungkan harga kini mulai terkikis.
Ringkasan Harga Minyak (15 Juni 2026):
| Jenis Minyak | Harga Terbaru | Pergerakan |
|---|---|---|
| Brent Crude | US$83,05 – US$83,79 | Turun 4% – 14,8% |
| WTI Crude | US$80,47 – US$80,95 | Turun 4,6% – 15,3% |
Para analis memperkirakan volatilitas masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan sembari pasar menunggu implementasi nyata dari kesepakatan diplomatik tersebut. Jika pasokan dari Iran kembali masuk ke pasar global secara bertahap, tekanan terhadap harga minyak dunia diprediksi masih akan berlanjut. (The Guardian/Oil Price.net/Z-10)
