
DEMENSIA selama ini sering dikaitkan dengan faktor usia. Namun, hasil penelitian berikut menunjukkan beberapa kondisi kesehatan dapat berdampak lebih besar pada kesehatan otak wanita dibandingkan pria.
Dilansir dari laman EatingWell, para peneliti menemukan bahwa wanita tidak hanya lebih sering mengalami beberapa faktor risiko yang berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif, tetapi juga lebih rentan terhadap dampaknya. Kondisi seperti depresi, kurang aktivitas fisik, hingga gangguan tidur dilaporkan lebih banyak dialami wanita.
Sementara itu, pria memang lebih sering mengalami gangguan pendengaran, diabetes, dan konsumsi alkohol berlebihan. Meski begitu, ketika wanita mengalami kondisi-kondisi tersebut, dampaknya terhadap kemampuan berpikir dan daya ingat justru bisa lebih berat.
Peneliti menjelaskan bahwa gangguan pendengaran dan diabetes menjadi dua faktor yang memberikan pengaruh cukup besar terhadap penurunan fungsi otak pada wanita. Selain itu, tekanan darah tinggi dan indeks massa tubuh yang tinggi juga dikaitkan dengan penurunan kemampuan kognitif yang lebih tajam pada wanita dibandingkan pria.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa masalah kesehatan yang sama tidak selalu memberikan dampak serupa pada setiap orang. Karena itu, pencegahan demensia dinilai perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih personal.
Langkah yang Bisa Dilakukan untuk Menjaga Kesehatan Otak
Penelitian ini juga menyoroti bahwa banyak faktor risiko demensia sebenarnya masih dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup dan penanganan medis yang tepat.
Salah satu langkah penting adalah menangani gangguan pendengaran sedini mungkin. Wanita dianjurkan rutin memeriksakan kesehatan pendengaran dan menggunakan alat bantu dengar apabila direkomendasikan tenaga medis. Penanganan dini ini dinilai dapat membantu mengurangi dampak buruk terhadap fungsi otak di kemudian hari.
Selain itu, menjaga kadar gula darah tetap stabil juga menjadi hal penting. Wanita disarankan berkonsultasi dengan dokter mengenai risiko diabetes dan cara mengelolanya. Pola makan sehat dengan asupan tinggi serat, olahraga rutin, serta tidur yang cukup dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali.
Tekanan darah tinggi juga perlu diperhatikan karena berkaitan erat dengan kesehatan otak. Peneliti menyebut aktivitas fisik rutin dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil sekaligus mendukung fungsi kognitif. Pola makan Dietary Approaches to Stop Hypertension atau DASH juga dinilai baik untuk membantu mengontrol tekanan darah sehari-hari.
Pentingnya Mengatur Gata Hidup
Selain faktor fisik, kesehatan mental juga berperan besar dalam menjaga fungsi otak. Depresi, kurang tidur, dan minim aktivitas fisik termasuk faktor yang lebih sering ditemukan pada wanita dalam penelitian tersebut.
Karena itu, menjaga kualitas tidur, aktif bergerak, serta mengelola stres dengan baik menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan otak jangka panjang. Langkah-langkah sederhana seperti berjalan kaki rutin, menjaga pola makan seimbang, dan tidur cukup dinilai dapat memberikan manfaat besar bila dilakukan secara konsisten.
Meski begitu, penelitian ini tetap memiliki sejumlah keterbatasan. Sebagian besar data diperoleh dari laporan pribadi peserta mengenai aktivitas fisik, kualitas tidur, dan kondisi kesehatan mereka. Hal ini membuat hasil penelitian bergantung pada seberapa akurat peserta mengingat dan melaporkan kondisi kesehatannya.
Peneliti juga menyederhanakan beberapa kondisi kesehatan ke dalam kategori “ya” atau “tidak”, sehingga tingkat keparahan setiap kondisi tidak dapat tergambarkan secara rinci. Selain itu, faktor lain seperti kondisi sosial ekonomi belum sepenuhnya dapat dikendalikan dalam penelitian ini.
Meski begitu, hasil studi tetap memberikan gambaran penting bahwa menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh dapat membantu melindungi kesehatan otak. Walaupun usia dan faktor genetik tidak bisa diubah, banyak faktor gaya hidup yang masih dapat dikendalikan untuk membantu menurunkan risiko demensia di masa depan. (Abi Rama/E-4)
