
SEIRING turunnya suhu udara dan semakin pendeknya durasi siang hari, beruang cokelat di kawasan Pegunungan Karpasia, Polandia selatan, tampak makin aktif menjelajahi hutan. Mereka mencari makan sebanyak-banyaknya untuk menimbun lemak sebelum memasuki masa hibernasi musim dingin.
Di saat bersamaan, alam menyajikan fenomena visual yang memukau. Pepohonan berdaun gugur yang menutupi lereng-lereng bukit mulai memancarkan rona merah dan keemasan.
Transformasi musiman ini berhasil diabadikan dari luar angkasa oleh instrumen Operational Land Imager (OLI) pada satelit Landsat 9 milik NASA-USGS saat melintas di atas Taman Nasional Bieszczady di tenggara Polandia.
Rahasia Perubahan Warna Daun
Kawasan hutan di wilayah ini didominasi oleh pohon European beech (Fagus sylvatica) serta spesies lain seperti sycamore maple (Acer pseudoplatanus). Kombinasi vegetasi ini menciptakan hamparan warna yang sangat hidup di musim gugur.
Secara ilmiah, perubahan warna ini terjadi akibat penurunan suhu udara dan berkurangnya intensitas cahaya matahari. Kondisi tersebut memicu pohon untuk menghentikan produksi klorofil, pigmen hijau yang digunakan tumbuhan untuk berfotosintesis. Ketika klorofil memudar, pigmen kuning dan merah yang selama ini tersembunyi mulai nampak ke permukaan.
Pohon European beech sendiri merupakan keturunan vegetasi penyintas zaman es yang telah bertahan selama ribuan tahun di berbagai iklim. Setelah gletser meleleh, hutan beech menyebar ke utara benua Eropa dari kawasan terisolasi di Pegunungan Karpasia dan Pegunungan Alpen, memegang peranan kunci dalam penghijauan kembali daratan Eropa.
Saat ini, sebagian area Taman Nasional Bieszczady telah diakui sebagai bagian dari jaringan hutan beech kuno dan purba UNESCO yang membentang di 18 negara.
Fenomena Padang Rumput Polonina
Meski memiliki jejak jejak ekologis yang luas di Eropa, hutan beech di kawasan ini hanya tumbuh hingga ketinggian 1.000 hingga 1.260 meter di atas permukaan laut.
Di atas batas ketinggian tersebut, lanskap berganti menjadi kawasan polonina, istilah bahasa Slavia untuk padang rumput subalpin. Area terbuka ini terdiri dari padang rumput dan semak belukar yang dihuni oleh pohon rowan (mountain ash), dedalu (willow), dan green alder.
Dalam tangkapan citra satelit, hamparan polonina yang membentang di sepanjang puncak punggungan gunung di sebelah timur-tenggara Smerek tampak berwarna cokelat kekuningan (tan) setelah kehilangan kesegaran warna hijau musim panasnya.
Rumah Bagi Satwa Langka Eropa
Pegunungan Bieszczady tidak hanya ternama karena keindahan hutan dan padang rumput tingginya, tetapi juga karena keberadaan satwa liar kharismatik.
Bison Eropa, spesies yang sempat punah di alam liar, berhasil diperkenalkan kembali ke kawasan ini pada dekade 1960-an. Menurut survei terbaru, ratusan ekor bison kini kembali berkeliaran bebas di perbukitan Bieszczady. Selain bison, populasi beruang cokelat dan lynx Eurasia (Eurasian lynx) juga menjadikan hutan lebat ini sebagai tempat berlindung yang aman dengan ketersediaan bahan makanan yang melimpah. (NASA/Z-2)
