Pentingnya Support System bagi Orangtua untuk Me Time dan Keselamatan Anak
Ilustrasi(magnific)

PSIKOLOGmengingatkan para orangtua mengenai pentingnya membangun kerja sama pengasuhan atau support system yang kuat. Hal ini diperlukan agar orangtua tetap dapat meluangkan waktu untuk diri sendiri (me time) dan menjalani hobi tanpa mengabaikan keselamatan serta kebutuhan buah hati.

Psikolog anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Daya Insan, Sani B. Hermawan, S.Psi, menjelaskan bahwa peluang orangtua untuk memiliki waktu pribadi sangat bergantung pada ketersediaan dukungan di sekitar mereka.

“Orangtua itu sebenarnya masih bisa meluangkan waktu untuk dirinya sendiri. Cuma, kalau support system-nya tidak banyak, peluang orangtua memiliki me time mungkin akan jadi lebih sedikit,” ujar Sani pada Selasa (20/10).

Membangun Support System yang Aman

Sani menekankan bahwa kerja sama pengasuhan bisa dijalin dengan berbagai pihak, mulai dari pasangan, kakek dan nenek, saudara, hingga pengasuh profesional. Namun, poin utamanya adalah memastikan kemampuan orang yang dimintai bantuan agar anak tetap mendapatkan pengawasan yang memadai.

Selain mengandalkan bantuan orang lain, orangtua juga disarankan untuk bersikap realistis. Waktu singkat saat anak tidur dapat dimanfaatkan untuk aktivitas ringan seperti membaca atau menonton.

Sani juga menyarankan agar anak dikenalkan secara bertahap kepada orang dewasa lain yang dipercaya agar mereka terbiasa berinteraksi selain dengan orangtuanya.

Delegasi Pengasuhan yang Jelas

Senada dengan Sani, psikolog klinis anak dan remaja dari Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi, menegaskan bahwa pengalihan pengasuhan harus dilakukan secara eksplisit. Orangtua harus memastikan bahwa pihak yang dititipi memahami tanggung jawabnya.

“Pastikan orang yang dititipi memahami bahwa ia sedang bertanggung jawab menjaga anak, bukan sekadar berada di dekatnya,” tegas Vera.

Berikut adalah beberapa langkah praktis bagi orang tua sebelum meninggalkan anak untuk me time atau menjalani hobi:








Langkah Tindakan Nyata
Komunikasi ke Anak Jelaskan dengan bahasa sederhana siapa yang menemani dan kapan orang tua kembali.
Prosedur Perpisahan Hindari pergi diam-diam karena dapat memicu kecemasan pada anak.
Pascakegiatan Luangkan waktu untuk kembali berinteraksi secara intens dengan anak setelah selesai me time.
Perencanaan Hobi Sesuaikan target perjalanan atau kegiatan dengan kebutuhan dan keamanan anak.

Refleksi dari Kasus Viral

Isu keselamatan anak saat orangtua beraktivitas pribadi ini menjadi sorotan publik menyusul beberapa insiden tragis yang viral di media sosial. Di antaranya adalah kasus balita yang meninggal dunia setelah terjatuh di sebuah hotel di Samarinda saat orangtuanya sedang sarapan, serta kejadian seorang anak yang ditinggal sendirian di dalam tenda saat orangtuanya mendaki Gunung Prau, Jawa Tengah.

Vera mengingatkan, jika orangtua ingin melakukan kegiatan luar ruang yang berisiko seperti mendaki gunung, rencana perjalanan harus dibuat dengan sangat matang dan menempatkan keselamatan anak sebagai prioritas utama di atas target pribadi. (Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *