
POLDA Metro Jaya memastikan bahwa peristiwa ledakan yang terjadi di Pasar Cimanggis, Tangerang, Banten, Rabu (14/10), bukan disebabkan oleh bom maupun bahan peledak lainnya. Budi menjelaskan, saat ini kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium forensik untuk memastikan sumber pasti dari ledakan tersebut.
“Kita yakini bahwa hasil dari tim Jihandak Satbrimob Polda Metro Jaya menyatakan tidak ada bom, bukan bom dan bukan bahan peledak,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (20/10).
“Kita menunggu hasil laboratorium forensik tentang gas. Apakah itu gas LPG ataupun gas etilen yang menyebabkan terjadinya ledakan ataupun kebakaran,” imbuh dia.
Kepolisian, ujar dia, fokus pada penanganan dan pemulihan para korban luka akibat insiden tersebut.
Di samping penanganan korban, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya juga tengah melakukan penyelidikan mengetahui penyebab pasti ledakan.
Kasus ini, imbuhnya, ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk melihat ada atau tidaknya unsur kesengajaan ataupun kelalaian.
“Ini pasti akan kami sampaikan kembali,” ucap dia.
Polda Metro Jaya menunggu hasil Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri terkait ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, yang mengakibatkan korban jiwa pada Rabu (14/10). Berdasarkan data sementara, tercatat 13 korban yang terdiri atas 11 korban luka dan dua korban meninggal dunia.
Dari jumlah tersebut, lima korban dirawat di RS Sari Asih, lima korban di RSUD Tangerang Selatan, dan tiga lainnya di RS Fatmawati. Sementara itu, dari 11 korban luka, empat di antaranya mengalami luka berat dan tujuh lainnya luka ringan. (Ant/H-4)
